Penyebab hairball pada kucing, salah satunya masalah kulit
- 16 Jul 2026 19:20 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Hairball atau gumpalan bulu pada kucing sering kali dianggap sebagai hal yang wajar. Padahal jika terjadi terlalu sering, kondisi ini bisa menandakan adanya masalah pada pola grooming, sistem pencernaan, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Kucing memang dikenal sebagai hewan yang rajin menjilati tubuhnya untuk membersihkan diri, tetapi kebiasaan ini juga membuat bulu yang rontok ikut tertelan dan menumpuk di lambung. Jika tidak dikeluarkan secara alami melalui feses, bulu tersebut bisa membentuk gumpalan yang akhirnya dimuntahkan. Berikut penyebabnya :
1. Terlalu sering menjilati tubuhnya
Kucing memiliki insting alami untuk menjaga kebersihan tubuhnya dengan menjilati bulu setiap hari. Namun, ketika frekuensi grooming meningkat, jumlah bulu yang tertelan pun semakin banyak. Kondisi ini sering terjadi pada kucing yang mengalami stres, bosan, atau perubahan lingkungan. Grooming yang berlebihan membuat bulu rontok lebih banyak masuk ke saluran pencernaan dan akhirnya membentuk hairball. Jika Mama melihat kucing menjilati area tertentu secara obsesif, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya ketidaknyamanan pada kulit atau faktor emosional yang memicu perilaku berlebihan.
2. Kerontokan bulu yang berlebihan
Saat memasuki musim tertentu atau ketika terjadi perubahan suhu, kucing bisa mengalami fase shedding atau kerontokan bulu yang lebih intens. Pada periode ini, jumlah bulu mati yang menempel di tubuh meningkat drastis. Tanpa penyisiran rutin, bulu tersebut akan ikut tertelan saat kucing membersihkan dirinya. Kucing berbulu panjang memiliki risiko lebih tinggi karena struktur bulunya lebih mudah kusut dan rontok dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, menyisir bulu secara teratur menjadi langkah penting untuk meminimalkan pembentukan hairball.
| Baca juga: Cara Simpel atasi Maskara yang Kering |
3. Masalah pada sistem pencernaan
Sistem pencernaan kucing seharusnya mampu mendorong bulu yang tertelan keluar bersama feses. Namun, jika terjadi gangguan motilitas usus atau pencernaan melambat, bulu bisa tertahan lebih lama di lambung. Akibatnya, bulu yang menumpuk saling menggumpal dan sulit dikeluarkan secara alami. Kondisi ini dapat diperparah oleh kurangnya asupan serat dalam makanan. Memberikan pakan khusus yang mengandung formula anti hairball biasanya membantu memperlancar proses pembuangan bulu melalui saluran cerna.
4. Kurangnya asupan cairan
Kucing yang jarang minum memiliki risiko gangguan pencernaan yang lebih tinggi. Tubuh yang kurang cairan membuat pergerakan usus menjadi tidak optimal, sehingga bulu yang tertelan tidak mudah terdorong keluar. Dehidrasi juga bisa menyebabkan konstipasi yang memperburuk penumpukan hairball. Untuk mencegah hal ini, Mama bisa menyediakan air bersih yang cukup atau memberikan makanan basah agar kebutuhan cairan harian kucing tetap terpenuhi.
5. Alergi atau masalah kulit
Gangguan kulit seperti alergi, infeksi jamur, atau parasit dapat memicu rasa gatal berlebihan. Akibatnya, kucing akan lebih sering menjilati, menggigit, atau menggaruk tubuhnya. Perilaku ini meningkatkan jumlah bulu yang tertelan dalam waktu singkat. Jika hairball muncul bersamaan dengan tanda kulit kemerahan, luka, atau bulu menipis di area tertentu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Itulah beberapa penyebab hairball pada kucing. Hairball memang umum terjadi pada kucing, tetapi frekuensi yang terlalu sering tidak boleh diabaikan.
Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa melakukan pencegahan melalui perawatan rutin, pemberian nutrisi yang tepat, dan memastikan kondisi kesehatan kucing tetap optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....