Film Slaughterground Karya Sidharta Tata Sukses Borong 3 Penghargaan BIFAN 2026
- 10 Jul 2026 07:10 WIB
- Manado
Poin Utama
- Proyek film Slaughterground (Hujan Kematian) karya Sidharta Tata sukses memborong tiga penghargaan industri di NAFF Project Market BIFAN 2026, Korea Selatan.
- Film bergenre supernatural survival horror ini diangkat dari komik hit berjudul "Locust" karya Iskandar Salim yang telah dibaca lebih dari satu juta kali.
- Tiga penghargaan yang diraih berupa dukungan nyata untuk aspek visual effects (VFX), pascaproduksi, hingga suntikan dana tunai untuk tahap produksi.
RRI.co.id, Manado - Kabar membanggakan kembali datang dari kancah sinema fiksi ilmiah dan horor Indonesia. Proyek film panjang terbaru sutradara Sidharta Tata, Slaughterground (Hujan Kematian), sukses membawa pulang tiga penghargaan industri film dalam ajang Network of Asian Fantastic Films (NAFF) 2026.
NAFF merupakan bagian dari platform industri resmi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) ke-30 yang berlangsung pada 4–7 Juli 2026 di Bucheon, Korea Selatan.
Dalam malam penganugerahan NAFF Awards yang digelar Selasa (7/7/2026), Slaughterground menjadi proyek yang meraih penghargaan terbanyak setelah melewati 27 pertemuan bisnis dengan berbagai calon mitra internasional. Tiga penghargaan yang berhasil disabet adalah:
- Abnormal Studios VFX Award (Dukungan efek visual)
- Mocha Chai Laboratories Post Production Award (Dukungan pascaproduksi)
- Hive Filmworks Inc. Cash Award (Suntikan dana tunai)
| Baca juga: Horor Baru dari Generasi Muda |

Film yang diproduseri oleh Ajish Dibyo dan Pramudya Andika, serta Annisa Adjam sebagai co-producer ini merupakan adaptasi dari komik populer "Locust" karya Iskandar Salim yang telah dibaca lebih dari satu juta pembaca di internet. Slaughterground terpilih ke dalam 12 proyek terbaik Asia setelah menyisihkan 258 submisi dari 47 negara.

| Baca juga: Charli XCX Buka Babak Baru |
"Penghargaan ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus mengembangkan film ini dengan standar kreatif dan produksi yang maksimal, sekaligus memperluas kolaborasi internasional agar kisah yang berakar dari Indonesia ini dapat menjangkau penonton di berbagai belahan dunia," ungkap tim produser dalam keterangan resminya.
Mengambil latar Indonesia pada tahun 1966, Slaughterground (Hujan Kematian) mengusung genre supernatural survival horror. Film ini mengisahkan perjuangan seorang ibu dan anak tirinya yang terjebak di wilayah terkutuk, di mana setiap kali hujan turun, langit akan menjatuhkan kawanan belalang mematikan yang membawa maut.

Sidharta Tata sendiri bukan nama baru di industri film horor tanah air. Film debut panjangnya, Waktu Maghrib (2023), sukses menembus 2,4 juta penonton. Setelah itu, ia melahirkan Respati (2024) yang juga sempat diputar di BIFAN, serta film Ikatan Darah (2026) yang mencatat world premiere di Fantastic Fest, Austin, Amerika Serikat.
Saat ini, proyek Slaughterground yang diproduksi oleh Aftersun Creative bersama Nuon Film, Kosmik, Kebon Studio, dan Spasi Moving Image ini sedang membuka peluang kerja sama dengan investor lokal maupun mitra ko-produksi internasional sebelum resmi memasuki tahap syuting.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....