Horor Baru dari Generasi Muda
- 21 Jun 2026 22:15 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Kabar yang ditunggu penggemar horor akhirnya datang. Obsession, film terbaru karya sutradara sekaligus penulis Curry Barker, dipastikan akan tayang di Indonesia setelah diumumkan melalui akun Instagram resmi Universal Pictures Indonesia. Meski jadwal penayangannya masih dirahasiakan, konfirmasi tersebut langsung memancing antusiasme karena Obsession menjadi salah satu film horor independen yang paling banyak diperbincangkan tahun ini. Film yang pertama kali dirilis pada Mei 2026 tersebut menandai langkah besar Barker menuju industri layar lebar setelah sebelumnya menarik perhatian publik lewat Milk & Serial pada 2024. Dikutip dari berbagai materi promosi resmi film dan kanal media sosial Curry Barker, Obsession menjadi proyek yang memperlihatkan ambisinya untuk menggabungkan horor psikologis, romansa obsesif, dan elemen supranatural dalam satu cerita yang tidak biasa.
Premisnya berangkat dari sosok Bear, seorang pegawai toko musik yang terjebak dalam perasaan cinta sepihak terhadap Nikki Freeman. Dalam upaya mengubah nasib, Bear menggunakan sebuah ritual bernama One Wish Willow yang diyakininya mampu mengabulkan harapan terdalam seseorang. Namun seperti banyak kisah horor modern, keinginan yang tampak sederhana justru membuka konsekuensi yang jauh lebih gelap. Dari materi promosi yang dibagikan tim produksi, Obsession tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga tentang batas tipis antara kasih sayang, kepemilikan, dan obsesi. Pendekatan tersebut membuat film ini menarik karena menggunakan premis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, lalu mendorongnya ke wilayah supranatural yang mengganggu dan tidak nyaman.
Menariknya, kehadiran Obsession juga memperlihatkan bagaimana gelombang baru sineas muda mulai mendapat perhatian lebih besar dalam industri horor. Curry Barker yang masih berusia 26 tahun menjadi salah satu nama yang sedang diperhatikan berkat kemampuannya membangun audiens sejak era konten digital hingga film independen. Fenomena serupa juga terlihat pada Kane Parsons, kreator muda yang dikenal luas melalui proyek The Backrooms dan kini menyutradarai Backroom. Menurut informasi yang dibagikan melalui kanal resmi A24 dan tim produksi Backroom, Parsons yang baru berusia 20 tahun menjadi salah satu sutradara termuda yang mendapat kesempatan menggarap film horor berskala besar. Kehadiran dua nama muda ini menunjukkan bahwa generasi baru pembuat film horor kini semakin berani membawa perspektif segar ke layar lebar.
Bagi penonton Indonesia, beberapa bulan ke depan tampaknya akan menjadi periode yang menarik. Obsession hadir membawa pendekatan horor yang lebih personal dan psikologis, sementara Backroom menawarkan teror yang berakar dari fenomena internet dan budaya digital. Keduanya lahir dari visi sutradara muda yang tumbuh bersama media baru dan komunitas daring, sesuatu yang turut memengaruhi cara mereka membangun ketegangan dan rasa takut. Tidak mengherankan jika pengumuman penayangan Obsession langsung mendapat respons positif di media sosial. Di tengah derasnya rilisan horor setiap tahun, kedua film ini terasa menonjol karena tidak hanya menawarkan cerita seram, tetapi juga menjadi penanda munculnya generasi baru pembuat horor yang sedang membentuk masa depan genre tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....