Supergirl Tembus 100 Juta Dolar, Angin Segar Sekaligus Sinyal Bahaya DCU
- 06 Jul 2026 13:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, LOS ANGELES – Film pahlawan super wanita "Supergirl" yang disutradarai oleh Craig Gillespie dilaporkan bersiap menembus tonggak sejarah pendapatan global sebesar 100,5 juta dolar AS pada akhir pekan kedua penayangannya. Dilansir dari ScreenRant, Minggu, 5 Juli 2026, pencapaian fantastis di bioskop seluruh dunia tersebut berhasil diraih dalam waktu sepuluh hari pascarilis resmi.
Angka pendapatan teranyar ini disumbang dari pasar domestik Amerika Utara sebesar 58,5 juta dolar AS serta tambahan pasar internasional sebesar 42 juta dolar AS. Kendati menembus angka psikologis, catatan ini dinilai lambat karena membutuhkan waktu tiga kali lipat lebih lama dibanding film pendahulunya, "Superman" rilisan 2025.
Film "Superman" pendahulu waralaba DC Universe (DCU) tercatat hanya memerlukan waktu tiga hari saja untuk bisa melampaui pendapatan 100 juta dolar AS secara global. Perbandingan performa finansial yang mencolok ini membuat masa depan proyek pahlawan super ikonik besutan DC Studios tersebut kini terus menjadi sorotan pengamat sinema dunia.
Ekspektasi komersial terhadap film yang dibintangi aktris Milly Alcock ini sebenarnya sengaja dipatok lebih rendah dengan modal produksi di kisaran 170 hingga 186 juta dolar AS. Anggaran yang jauh lebih hemat dari film "Superman" tersebut membuat batas aman balik modal atau break-even point film ini ditargetkan pada angka 300 juta dolar AS.
Meskipun beban target lebih ringan, keraguan besar tetap menyelimuti masa depan penayangan film pahlawan super wanita berbaju biru tersebut hingga akhir fasenya nanti. Sinyal bahaya ini muncul setelah adanya penurunan pendapatan domestik yang sangat drastis hingga 74 persen tepat pada akhir pekan kedua penayangannya.
Penurunan pendapatan yang amat tajam tersebut menempatkan sinema ini ke dalam daftar tiga besar rekor penurunan performa bioskop terdahsyat sepanjang sejarah adaptasi komik pahlawan super. Kondisi lesu ini diperparah dengan kontribusi pasar internasional di luar Amerika yang sejauh ini hanya mampu menyumbang 41,8 persen dari total pendapatan global.
Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasar domestik dinilai dapat menjadi bumerang fatal bagi keberlangsungan pendapatan jangka panjang proyek layar lebar ini. Penurunan performa yang masif pada pekan kedua mengindikasikan bahwa promosi dari mulut ke mulut penonton belum mampu mendongkrak penjualan tiket bioskop secara masif.
Padahal, secara kualitas respons dari para penonton terverifikasi di situs agregator Rotten Tomatoes tergolong cukup solid dengan torehan skor 76 persen Popcornmeter. Manajemen DC Studios kini ditantang keras untuk meramu strategi pemasaran baru agar performa finansial babak kedua DCU ini tidak berakhir sebagai kegagalan komersial yang fatal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....