Supergirl Penuh Easter Egg, DC Ungkap Referensi Komik hingga Superman
- 29 Jun 2026 14:57 WIB
- Jember
RRI.co.id, Jember: Film Supergirl tidak hanya menghadirkan kisah baru Kara Zor-El, tetapi juga dipenuhi berbagai easter egg atau referensi yang menghubungkan film tersebut dengan sejarah panjang DC Comics. Dilansir dari laman resmi DC pada 29 Juni 2026, sejumlah adegan dalam film terinspirasi langsung dari komik klasik hingga karakter-karakter ikonik yang telah lama dikenal penggemar.
Film yang disutradarai Craig Gillespie itu mengadaptasi alur utama Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely. Beberapa adegan, seperti pertemuan pertama Kara Zor-El dengan Ruthye di sebuah bar hingga insiden Krypto yang tertembak, diangkat langsung dari komik tersebut.
Pada awal film, penonton juga diperlihatkan surat kabar Daily Planet yang memuat sejumlah referensi tersembunyi. Salah satunya adalah penyebutan Romita Lake sebagai penghormatan kepada komikus John Romita Jr. Selain itu terdapat nama tim hoki Metropolis Mammoths yang pertama kali muncul dalam Atlas of the DC Universe pada 1990.
DC juga menyisipkan penghormatan kepada para kreator komik melalui nama beberapa planet. Planet Holzherr diambil dari nama editor Brittany Holzherr yang berperan besar dalam pengembangan komik Supergirl: Woman of Tomorrow, sedangkan planet Bilquis menjadi penghormatan kepada ilustrator Bilquis Evely.
Salah satu kejutan terbesar dalam film adalah kemunculan Lobo yang diperankan Jason Momoa. Karakter antihero tersebut pertama kali muncul dalam komik Omega Men #3 pada 1983 dan dikenal sebagai pemburu bayaran terakhir dari ras Czarnian. Film ini juga menampilkan kendaraan khas Lobo, Spacehog, yang telah menjadi identitas karakter tersebut sejak kemunculannya di Justice League International #18.
Film turut mengangkat kembali sejarah kehancuran Krypton melalui kilas balik Argo City. Adegan tersebut mengadaptasi Supergirl: Woman of Tomorrow #6 yang merupakan interpretasi modern dari kisah asal-usul Kara Zor-El di Action Comics #252. Dalam salah satu adegan juga terdengar ungkapan “Great Rao”, merujuk kepada Rao, matahari merah sekaligus dewa yang disembah bangsa Krypton sejak diperkenalkan dalam Superman #248 pada 1972
Referensi lain muncul ketika Kara berada di planet Barenton yang memiliki matahari hijau. Warna matahari tersebut membuat Supergirl kehilangan kekuatannya, mengacu pada konsep green sun yang pertama kali diperkenalkan dalam Superman #155 pada 1962 sebagai salah satu kelemahan bangsa Krypton selain Kryptonite.
Meski mengikuti alur utama komik, DC menghadirkan sejumlah perubahan pada bagian akhir cerita. Jika dalam komik Ruthye yang mencegah Kara membunuh Krem, film justru membalik peran tersebut sehingga Kara yang berusaha menghentikan aksi balas dendam Ruthye.
Film juga ditutup dengan pertemuan Kara dan Superman di sebuah apartemen yang sama seperti lokasi percakapan Clark Kent dan Lois Lane dalam film Superman sebelumnya. Adegan tersebut menjadi penghubung antara kisah Supergirl dengan semesta baru DC Universe yang tengah dibangun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....