Digital Reset, Cara Gen Z Jaga Fokus

  • 27 Jun 2026 06:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Tren "digital reset" mulai banyak diterapkan oleh Generasi Z sebagai cara mengurangi ketergantungan terhadap gawai. Kebiasaan ini dilakukan dengan membatasi waktu layar, mematikan notifikasi, hingga mengambil jeda dari media sosial dalam waktu tertentu.

Perubahan tersebut muncul seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan sehari-hari. Banyak anak muda mulai menyadari bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengurangi fokus dan waktu berkualitas bersama orang-orang di sekitar.

Dilansir dari artikel Jala Hoaks (5/8/2025),, masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari tujuh jam per hari mengakses internet, dengan lebih dari 3,5 jam digunakan untuk media sosial. Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa membatasi "screen time" menjadi salah satu langkah untuk membangun "digital wellbeing".

Upaya serupa juga terus didorong pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui peluncuran ""Digital Wellbeing Guidebook"" bersama YouTube pada 8 Juni 2026 mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai fitur pengelolaan aktivitas digital agar penggunaan internet tetap sehat dan seimbang.

Kini semakin banyak anak muda memanfaatkan fitur seperti "Focus Mode", "Do Not Disturb", hingga pembatas waktu aplikasi. Sebagian juga mulai menerapkan aturan sederhana, seperti tidak membuka media sosial saat bekerja, belajar, atau sebelum tidur.

Fenomena "digital reset" menunjukkan perubahan cara Generasi Z memanfaatkan teknologi. Bagi banyak orang, media sosial tetap menjadi bagian dari kehidupan, namun menggunakannya secara bijak dinilai lebih penting agar aktivitas digital tidak mengganggu kesehatan mental maupun produktivitas sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....