Janur dan Pisang dalam Pernikahan Jawa, Simbol Kematangan Rumah Tangga
- 29 Mei 2026 13:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di balik dekorasi pernikahan adat Jawa yang terlihat indah, tersimpan filosofi mendalam yang sering kali tidak diketahui generasi muda.
Penata rias Pakem Jawa, Ricky Budi, menjelaskan bahwa hampir setiap elemen dalam prosesi pernikahan memiliki makna simbolis, termasuk penggunaan janur dan pisang sanggan.
Menurutnya, pisang sanggan yang digunakan bukanlah pisang matang sempurna, melainkan pisang yang berada pada fase setengah matang.
"Pisang sanggan itu pisang yang kemampu, setengah matang dan setengah mentah. Filosofinya selama proses persiapan pernikahan itu berjalan, pisangnya kan makin lama makin matang jadi diharapkan keluarga baru ini menjadi keluarga yang semakin matang dalam pola pikir, berbicara, dan mencari rezeki," ujar Ricky Budi dalam dialog Interaktif di Pro 2 RRI Malang, Jumat (29/5/2026)
| Baca juga: Bad Bunny Cetak Sejarah di Super Bowl 2026 |
Selain itu, janur yang dipasang di depan rumah juga bukan sekadar hiasan.
"Lingkaran-lingkaran janur itu juga ada maknanya. Bahkan bentuk dan susunannya memiliki filosofi tersendiri."
Ricky menilai pemahaman terhadap makna simbolik tersebut penting agar generasi muda tidak melihat tradisi Jawa hanya sebagai serangkaian ritual yang rumit dan mahal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....