Ruang Akhir Pekan, Wadah Baru Pelaku Ekraf Kaltim

  • 24 Jan 2026 10:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peresmian Ruang Akhir Pekan di Temindung Creative Hub Samarinda, Jumat, 23 Januari 2026 malam, menjadi penanda hadirnya wadah baru bagi pelaku ekonomi kreatif Kalimantan Timur untuk promosi, berjejaring, dan berkolaborasi.

Kegiatan ini digelar Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kaltim dan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026. Beragam aktivitas dihadirkan, mulai dari gelar wicara ekonomi kreatif, pertunjukan seni tari dan musik, pemutaran film pendek, zumba party, lomba mewarnai anak, hingga bazar UMKM. Event ini terbuka untuk masyarakat umum, tanpa dipungut biaya atau gratis.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, mengatakan Ruang Akhir Pekan dirancang sebagai ruang presentasi dan produksi karya bagi komunitas kreatif, terutama generasi muda.

“Ini ruang baru bagi mereka, bukan sekadar kumpul, tapi diskusi, berproses, dan menghasilkan karya,” ujarnya, usai acara pembukaan Ruang Akhir Pekan.

Ia menjelaskan, berbagai subsektor ekonomi kreatif dilibatkan, mulai dari film, musik, gim, wastra, hingga kriya. Kegiatan ini juga direncanakan berlangsung rutin setiap bulan.

Awang mengungkapkan, pada Februari hingga Maret 2026, Dispar Kaltim akan menggelar acara serupa bertajuk "Pasar Raya Kreatif Ramadan". Meski di tengah efisiensi anggaran, ia menuturkan, kreativitas pelaku seni di Kaltim tidak boleh ikut terhenti.

“Walaupun efisiensi, mereka tidak berhenti berkarya. Kami tetap memfasilitasi, PIC-nya dari komunitas,” kata Awang.

Salah satu upaya Dispar Kaltim dalam mewadahi para pelaku ekonomi kretif, yaitu melalui Temindung Creative Hub. Awang berharap, tempat ini dapat menjadi pusat transformasi karya, penguatan jejaring komunitas yang ada di Benua Etam.

"Misalnya, tadi ada talkshow. Begitulah akhirnya ruang ini sebagai tempat diskusi juga sebagai tempat mereka menyemangati komunitas yang baru atau belum settle supaya bisa menembus pasar yang lebih besar," ujar Awang.

Personel Band Nawasena, Dwi (kiri) dan Cepot (kanan). (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Semetara itu, salah satu pengisi acara Ruang Akhir Pekan, Band Nawasena, menyambut baik adanya kegiatan ini. Pemain gendang dan violin Nawasena, Dwi dan Cepot menyebut Ruang Akhir Pekan sebagai panggung promosi sekaligus berkreasi.

Menurut mereka, dukungan pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif selama ini sudah cukup terasa, termasuk dengan berdirinya Temindung Creative Hub dan gelaran berbagai event daerah.

"Sudah cukup mewadahi apalagi kita diberi ruang. Tinggal kita sendiri sebagai pelaku yang harus bisa lebih aktif, jemput bola kesempatan itu," kata Dwi.

Namun, keduanya menilai masih membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, khususnya dari sisi eksposur media. Tidak hanya bagi komunitas musik, lanjut Dwi, tetapi juga komunitas seni lainnya.

Sebeb, Dwi dan Cepot mengungkapkan, banyak komunitas seni yang potensial dan berkontribusi dalam mempromosikan Kaltim.

"Kelompok-kelompok lain banyak yang memperkenalkan Kaltim itu melalui ekonomi kreatif, sehingga itu sangat berpotensi," ujar Dwi, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....