Mahasiswa KKN Dorong Digitalisasi dan Potensi Desa

  • 12 Jun 2026 13:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang mendorong digitalisasi desa dan penguatan ekonomi lokal melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan di sejumlah desa di Kabupaten Ende. Upaya tersebut menjadi respons terhadap masih terbatasnya pemanfaatan teknologi informasi untuk promosi potensi dan pengelolaan usaha desa.

Mahasiswa KKN Unwira yang ditempatkan di Desa Ondorea Barat, Ria Raja, dan Rukuramba telah memasuki minggu kedua masa pengabdian. Selama dua bulan pelaksanaan KKN, mereka fokus membantu pemerintah desa meningkatkan kapasitas pengelolaan informasi, promosi potensi wisata, hingga penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fransiska Jellytha Tani, mengatakan sebagian besar desa memiliki potensi yang belum dipromosikan secara optimal. Di Desa Ria Raja, misalnya, terdapat sumber air panas yang berpotensi menjadi destinasi wisata, namun masih menghadapi kendala pengelolaan dan promosi.

Karena itu, tim KKN menyiapkan program pengembangan media sosial, website desa, serta dukungan terhadap pemanfaatan potensi lokal. Sementara itu, Febryono Ganggas yang bertugas di Desa Ondorea Barat menilai pengembangan BUMDes menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, usaha sorghum dan peternakan ayam petelur yang telah berjalan memiliki prospek ekonomi yang baik, tetapi belum didukung promosi digital. Tim KKN kemudian membantu pembuatan akun media sosial, pelatihan pengelolaan website desa, serta branding produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain penguatan ekonomi desa, mahasiswa juga menjalankan program pendidikan melalui kegiatan belajar sore bagi siswa sekolah dasar dan optimalisasi perpustakaan desa. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi anak-anak sekaligus memperluas akses belajar di luar jam sekolah.

Di Desa Rukuramba, mahasiswa turut memberikan sosialisasi pengelolaan BUMDes, literasi membaca, serta pelatihan pemanfaatan media digital. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Bartholomeus Raja Tero, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di desa bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Melalui program-program tersebut, mahasiswa berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat melanjutkan berbagai inisiatif yang telah dibangun sehingga manfaatnya tetap dirasakan setelah masa KKN berakhir pada Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....