Hari Perempuan Internasional dan Jejak Perjuangannya

  • 08 Mar 2026 15:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Hari Perempuan Internasional diperingati setiap 8 Maret sebagai momentum mengenang perjuangan panjang perempuan dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, dan keadilan sosial. Peringatan ini memiliki akar kuat dalam gerakan buruh perempuan di Amerika Utara dan Eropa pada awal abad ke-20.

Sejarah mencatat pada 1908, sekitar 15 ribu perempuan melakukan demonstrasi di New York City. Mereka menuntut jam kerja yang lebih pendek, upah yang lebih baik, serta hak suara dalam kehidupan politik.

Setahun kemudian, Amerika Serikat memperingati Hari Perempuan Nasional untuk pertama kalinya pada 28 Februari 1909. Gagasan tentang peringatan internasional kemudian berkembang melalui gerakan perempuan di berbagai negara.

Pada 1910, aktivis perempuan asal Jerman Clara Zetkin mengusulkan pembentukan Hari Perempuan Internasional dalam Konferensi Internasional Perempuan Pekerja di Kopenhagen. Usulan tersebut disetujui oleh sekitar 100 perempuan dari 17 negara.

Peringatan Hari Perempuan Internasional pertama kali dilaksanakan pada 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Saat itu perayaan dilakukan melalui berbagai kegiatan kampanye yang menuntut hak politik dan sosial bagi perempuan.

Tanggal 8 Maret kemudian menjadi simbol global setelah aksi perempuan Rusia pada 1917 yang melakukan mogok kerja menuntut “Roti dan Perdamaian”. Aksi tersebut terjadi di tengah situasi perang dan menjadi salah satu pemicu perubahan politik di negara tersebut.

Sejak 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi memperingati Hari Perempuan Internasional setiap tahun sebagai bagian dari agenda global kesetaraan gender.

Hari Perempuan Internasional tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga momentum refleksi atas perjuangan panjang perempuan dalam meraih hak-hak sipil dan sosial.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa upaya mencapai kesetaraan gender masih terus berlangsung di berbagai negara.

Selain itu, Hari Perempuan Internasional menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, menguatkan solidaritas, serta menginspirasi generasi muda.

Di Indonesia, momentum tersebut sering diisi dengan berbagai kegiatan edukatif seperti seminar, diskusi publik, dan kampanye sosial mengenai peran perempuan dalam pembangunan.

Berbagai kegiatan tersebut juga menyoroti isu perlindungan perempuan, pencegahan kekerasan, serta penguatan peran perempuan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....