Latihan BEC 2026 Dongkrak Penjualan Pedagang Camilan Srono
- 14 Jul 2026 09:55 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Latihan massal Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rejoagung, Kecamatan Srono, membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ramainya peserta dan warga yang menyaksikan latihan membuat penjualan pedagang di sekitar lokasi meningkat.
Latihan koreografi yang digelar sebagai persiapan menuju puncak BEC pada 18 Juli 2026 diikuti ratusan peserta. Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk menjajakan berbagai makanan dan minuman.
Salah seorang pedagang camilan, Santoso, mengaku penjualannya meningkat dibandingkan hari biasa. Warga Desa Rejoagung itu mengatakan dagangannya lebih cepat habis karena banyaknya pengunjung yang datang menyaksikan latihan.
"Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan latihan di sini. Dagangan saya yang terjual sangat lumayan," kata Santoso, MInggu 12 Juli 2026.
Santoso yang telah berjualan selama sekitar 20 tahun biasanya berkeliling menjajakan camilan di kawasan sekolah dan ruang terbuka hijau. Namun, selama latihan BEC berlangsung, ia mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan dagangannya.
"Biasanya saya berjualan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Hari ini belum lama berjualan, dagangan sudah habis," ujar Santoso.
BEC 2026 mengusung tema "Perang Bayu, The Great War of Blambangan" yang mengangkat kisah perjuangan masyarakat Blambangan melawan VOC pada abad ke-18. Karnaval budaya tersebut akan digelar pada 18 Juli 2026 di jalan protokol Banyuwangi dan menjadi salah satu agenda unggulan dalam Calendar of Event Banyuwangi.
Selain menjadi atraksi budaya, rangkaian kegiatan BEC juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung selama masa persiapan hingga pelaksanaan acara diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM di Banyuwangi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....