PT. Jaya Fermex dan PT Teratai Jaya Latih UMKM Ende Kuasai Teknik Bakery Modern
- 05 Jul 2026 20:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - PT Jaya Fermex bersama PT Teratai Jaya menggelar kegiatan baking demo bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ende. Kegiatan berlangsung di Stretto Pizza, Jalan Sam Ratulangi, Ende, Minggu 5 Juli 2026, dengan melibatkan Komunitas Perempuan Katolik Ende sebagai mitra pelaksana.
Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan Komunitas Perempuan Katolik Ende, pelaku UMKM, pengelola usaha kuliner, serta perwakilan kepala dapur Program Makan Bergizi Gratis dan Anak SMK One Seven, Yayasan More Manggo Watuneso. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai teknik pembuatan roti dan bolu menggunakan metode produksi yang lebih terukur serta efisien.
Distributor Manager PT Jaya Fermex, Kristofel, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan meningkatkan kualitas pelaku UMKM di berbagai daerah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Teratai Jaya sebagai distributor wilayah Maumere, Ende, dan Larantuka.
Menurut Kristofel, peningkatan kualitas produk menjadi kunci utama agar UMKM daerah mampu bersaing dengan produk berskala nasional secara berkelanjutan. Selain kualitas produk, efisiensi biaya produksi juga menjadi perhatian agar pelaku usaha memperoleh keuntungan yang lebih optimal.
"Pelatihan tidak hanya berfokus pada hasil akhir, melainkan juga mengajarkan proses pembuatan produk secara benar dan konsisten. Peserta dibimbing memahami penggunaan bahan baku berkualitas dengan takaran yang tepat sehingga menghasilkan produk berstandar lebih baik." ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, PT Jaya Fermex memperkenalkan ragi Mauripan sebagai salah satu produk unggulan untuk kebutuhan industri roti dan bakery. Kristofel menjelaskan ragi tersebut memiliki stabilitas tinggi sehingga sesuai digunakan pada wilayah beriklim hangat seperti Kabupaten Ende.
Ragi Mauripan juga dinilai tetap bekerja optimal meskipun digunakan pada adonan dengan kadar gula relatif tinggi sesuai selera masyarakat Indonesia. Selain ragi, peserta dikenalkan produk Sponge 28 atau SP yang berfungsi meningkatkan kualitas tekstur aneka produk bolu.
Teknikal Advisor PT Jaya Fermex, Indra mengatakan pelatihan dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan praktis kepada pelaku usaha kuliner lokal. Materi diberikan agar peserta mampu mengembangkan variasi produk sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi secara berkelanjutan.
"Saya berharap kegiatan tersebut mendorong UMKM di Kabupaten Ende terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar yang semakin kompetitif setiap tahunnya." katanya. Menurutnya, inovasi produk menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas peluang usaha dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
Pada sesi praktik, peserta diajak membuat dua jenis bolu dan beberapa variasi roti menggunakan teknik yang diterapkan langsung oleh chef. Produk yang dipraktikkan meliputi Tiger Roll, roti gulung abon, serta roti apel karamel dengan tahapan pembuatan secara rinci.
Peserta memperoleh kesempatan mengamati setiap tahapan pencampuran bahan, proses fermentasi, hingga teknik memanggang untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Instruktur juga memberikan penjelasan mengenai standar produksi yang aman dan efisien bagi usaha berskala kecil maupun menengah.
Ketua Panitia Baking Demo, Yuliana Berenika Delby Rumondor, mengatakan pihaknya menjadi penghubung PT Jaya Fermex bersama PT Teratai Jaya dan masyarakat pelaku UMKM di Kabupaten Ende. Seluruh materi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan peserta setelah kembali menjalankan usaha masing-masing.
Delby menjelaskan pelaku usaha yang sebelumnya hanya memproduksi bolu memperoleh kesempatan mempelajari teknik dasar pembuatan berbagai jenis roti. Sebaliknya, pelaku usaha roti juga mendapatkan keterampilan tambahan dalam mengolah aneka produk bolu secara profesional.
Menurutnya, salah satu materi penting pada pelatihan tersebut adalah penerapan takaran bahan secara akurat menggunakan alat ukur yang sesuai. Kebiasaan menggunakan perkiraan sendok tanpa ukuran dinilai berpotensi memengaruhi konsistensi kualitas produk yang dihasilkan pelaku usaha.
"Melalui pelatihan tersebut, peserta diajarkan pentingnya mengikuti formulasi resep secara tepat agar mutu produk tetap terjaga pada setiap produksi. Pendekatan tersebut diharapkan membantu UMKM menghasilkan produk dengan kualitas yang seragam dan memiliki nilai jual lebih tinggi." ungkapnya.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai pelaku UMKM binaan Rumah BUMN serta sejumlah usaha kuliner yang berkembang di Kabupaten Ende. Di antaranya terdapat Dapur Mama Desta, Keripik Mengeni, Stretto Pizza, Mama Ayu Dewa Dewi Mamisya, hingga Kopi Lepe Au.
Menariknya, pelatihan juga diikuti sejumlah kepala dapur Program Makan Bergizi Gratis dan anak SMK One Seven, Yayasan More Manggo Watuneso yang ingin memperluas keterampilan dalam bidang pengolahan makanan berbasis bakery. Kehadiran peserta lintas sektor menunjukkan tingginya minat terhadap peningkatan kompetensi usaha kuliner di Kabupaten Ende.
Panitia turut memfasilitasi pemberian sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk pengakuan atas keikutsertaan dalam pelatihan teknis tersebut. Sertifikat itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan administrasi maupun pengembangan kompetensi peserta pada berbagai program pemberdayaan selanjutnya.
Melalui kolaborasi dunia usaha, distributor, komunitas, dan pelaku UMKM, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan produk lokal yang semakin berkualitas serta kompetitif. Peningkatan keterampilan produksi diyakini menjadi modal penting bagi UMKM Kabupaten Ende menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka.

Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....