Barantin Lepas Ekspor Kelapa Parut ke Eropa, Perkuat Hilirisasi Produk Gorontalo
- 15 Jul 2026 12:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, melepas ekspor kelapa parut olahan (desiccated coconut) ke pasar Eropa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk pertanian sekaligus memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional.
Dikutip dari Indonesia.go.id, Rabu 15 Juli 2026, pelepasan ekspor ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui pengembangan industri hilir.
Dalam mendukung agenda tersebut, Barantin tidak hanya berperan sebagai pengawas lalu lintas komoditas, tetapi juga menjadi akselerator ekonomi melalui pendampingan teknis kepada pelaku usaha. Pendampingan dilakukan dengan memastikan produk memenuhi empat pilar utama, yakni kesehatan, keamanan, mutu, dan ketertelusuran, sehingga mampu memenuhi standar internasional dan bersaing di pasar global.
Selain ekspor kelapa parut, pada hari yang sama juga dilakukan pelepasan 25 ton jagung senilai Rp151 juta dan 16 ton ikan bandeng segar senilai Rp224 juta untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik di Jakarta. Secara keseluruhan, produk yang dilepas mencapai 67 ton dengan nilai sekitar Rp1,575 miliar.
Kepala Karantina Gorontalo, Iswan Hariyanto, mengatakan keberhasilan menembus pasar Jerman menjadi bukti bahwa kualitas produk lokal Gorontalo semakin diakui di tingkat internasional.
Menurutnya, Karantina Gorontalo akan terus menyediakan ruang diskusi dan pendampingan teknis bagi pelaku usaha agar mampu memenuhi berbagai persyaratan ekspor dan memperluas akses ke pasar global.
Data ekspor Gorontalo periode Januari hingga Mei 2026 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor tercatat meningkat 10,76 persen menjadi Rp643,72 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, volume ekspor naik 21,55 persen menjadi 149,50 juta kilogram.
Peningkatan tersebut mencerminkan hasil kolaborasi antara petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan berbasis nilai tambah.
Keberhasilan ekspor kelapa parut ke pasar Uni Eropa, khususnya Jerman, diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat industri hilir komoditas pertanian nasional. Dengan dukungan teknologi, penerapan standar mutu internasional, serta sinergi antarpemangku kepentingan, produk unggulan Indonesia diharapkan semakin kompetitif dan mampu memperluas pangsa pasar di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....