Ekspor NTB Melonjak Tajam pada Triwulan I 2026, Didominasi Sektor Tambang
- 04 Mei 2026 15:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat kinerja ekspor daerah menunjukkan lonjakan signifikan pada triwulan pertama tahun 2026.
Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, mengungkapkan bahwa nilai ekspor NTB pada periode Januari–Maret 2026 mencapai US$ 707,92 juta. Angka ini melonjak drastis sebesar 3.990,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
“Peningkatan ini terutama didorong oleh ekspor pada bulan Maret 2026 yang mencapai US$ 567,57 juta, atau naik 9.162,68 persen dibandingkan Maret tahun lalu,” jelas Wahyudin, Senin 4 Mei 2026,
Ia menjelaskan, struktur ekspor NTB masih didominasi oleh kelompok komoditas barang galian atau tambang nonmigas yang mencapai US$ 522,65 juta atau berkontribusi sebesar 92,09 persen dari total ekspor Maret 2026.
Selain itu, komoditas tembaga menyumbang US$ 32,87 juta (5,79 persen), diikuti perhiasan atau permata sebesar US$ 9,58 juta (1,69 persen). Sementara itu, komoditas lainnya seperti daging dan ikan olahan serta ikan dan udang masing-masing memberikan kontribusi yang relatif kecil.
Dari sisi tujuan ekspor, sebagian besar produk NTB dikirim ke Tiongkok dengan kontribusi mencapai 79,28 persen. Negara tujuan utama lainnya adalah Jepang (13,82 persen), Thailand (4,67 persen), Hongkong (1,51 persen), serta Amerika Serikat (0,30 persen).
Di sisi lain, kinerja impor NTB justru menunjukkan tren penurunan. Nilai impor pada Januari–Maret 2026 tercatat sebesar US$ 20,72 juta, turun 71,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Untuk bulan Maret 2026 saja, nilai impor mencapai US$ 12,79 juta atau turun 34,81 persen dibandingkan Maret 2025,” ujarnya.
Komoditas impor terbesar didominasi oleh karet dan barang dari karet dengan nilai US$ 9,97 juta atau 77,92 persen dari total impor. Selanjutnya diikuti oleh mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar US$ 862,63 ribu (6,74 persen), kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 746,77 ribu (5,84 persen), serta benda dari besi dan baja dan berbagai produk kimia.
Adapun negara asal impor utama adalah Jepang dengan kontribusi sebesar 78,04 persen, diikuti Amerika Serikat (13,47 persen), Singapura (4,87 persen), Australia (3,33 persen), dan Tiongkok (0,28 persen).
Wahyudin menambahkan, lonjakan ekspor yang sangat tinggi serta penurunan impor memberikan dampak positif terhadap neraca perdagangan NTB.
“Ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor eksternal NTB sedang mengalami penguatan, terutama dari sisi ekspor berbasis sumber daya alam. Namun ke depan, diversifikasi komoditas tetap perlu didorong agar struktur ekonomi lebih seimbang,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....