Balai Pelestarian Kebudayaan Terus Mengupayakan Kegiatan Pendokumentasian
- 19 Jul 2026 08:24 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Tradisi lisan yang berkembang kuat di Nusa Tenggara Timur membutuhkan perhatian serius. Upaya penyelidikan sejarah tertulis terus diperkuat untuk generasi masa depan.
"Balai Pelestarian Kebudayaan terus mengupayakan kegiatan pendokumentasian terhadap budaya tutur. Kami berharap upaya perlindungan sejarah ini dapat terekam baik," jelas Haris Budiharto, S.S., M.Hum , Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, kepada rri.co.id, Sabtu, 18 Juli 2026.
Langkah dokumentasi digital ini bertujuan agar kebenaran sejarah lokal tetap terjaga secara utuh. Nilai edukasi penting tidak boleh hilang begitu saja.
"Di dalam budaya tutur ini, tradisi megalitik masih bisa kita saksikan jejaknya. Tinggalan tersebut masih banyak tersisa pada rumah adat kita," tuturnya.
Jejak sejarah batu besar tersebut umumnya berada di sekitar area rumah adat setempat. Peninggalan unik ini menjadi identitas kultural yang berharga.
Pengaruh budaya eksternal dan perkembangan agama modern menjadi tantangan nyata saat ini. Karakteristik kebudayaan lokal harus tetap dipertahankan dengan baik.
Kekayaan tradisi megalitik di wilayah Belu juga memiliki potensi besar bagi pariwisata. Sektor ekonomi kreatif dapat berkembang melalui narasi sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....