Bawaslu Malaka Tekankan Akurasi Data Pemilih menuju Pemilu 2029

  • 06 Jul 2026 21:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka menekankan pentingnya memastikan akurasi data pemilih melalui pemutakhiran data pemilih berkelanjutan agar persoalan data pemilih yang tidak valid, seperti data pemilih yang tidak dikenal atau data pemilih baru yang belum terverifikasi, tidak kembali terulang pada Pemilu 2029.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HPPH) Bawaslu Kabupaten Malaka, Hilarius Bria Suri, usai melakukan pengawasan pada rapat pleno rekapitulasi pemutahiran data pemilih berkelanjutan triwulan dua tahun 2026.

Ia mengatakan Bawaslu dalam menjalankan tugas pokok pengawasan terhadap KPU, melakukan pengawasan langsung agar proses pemutakhiran data pemilih yang telah disajikan oleh KPU harus tetap sesuai pada regulasi guna menjaga kualitas dan akurasi data pemilih.

Pada kesempatan tersebut, Hilarius menekankan data pemilih yang tidak dikenal maupun yanga belum diverifikasi sebagaimana masih ditemukan pada Pemilu periode sebelumnya agar tidak kembali terulang pada pemilihan mendatang.

"Dan kita menekankan supaya jangan mengulangi kejadian yang tidak bisa dipertanggungjawabkan khususnya data pemilih yang kemarin-kemarin soal data pemilih yang mungkin masih terdata seperti data pemilih yang tidak dikenal atau data pemilih baru yang mungkin saja belum diketahui, maka hari ini kita clear-kan supaya ke depan untuk pemilu 2029 bahkan pemilihan ke depan, persoalan berkaitan dengan data pemilih tidak kembali terjadi," ujar Hilarius, Senin 6 Juli 2026.

Diketahui pada rapat pleno pemutahiran data pemilih berkelanjutan triwulan dua 2026, KPU telah menetapkan sebanyak 160.165 orang pemilih. Jumlah ini terus bertambah dibandingkan Triwulan pertama. Penambahan pemilih baru cukup didominasi pemilih pemula. Oleh karenanya, Bawaslu meminta KPU dalam melakukan pencocokan dan penelitian terbatas, perlu memastikan setiap pemilih pemula yang akan didata telah memenuhi syarat sebelum ditetapkan sebagai pemilih baru pada data pemilih berkelanjutan.

"Sehingga tadi kita tekankan bahwa beberapa pemilih yang menjadi pemilih baru itu harus benar-benar sudah memenuhi syarat baru kita masukan sebagai data pemilih berkelanjutan," kata Hilarius.

Ia mengajak semua stakeholder untuk tetap bahu membahu membangun sinergitas supaya tetap menjaga pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan sehingga data pemilih bisa tetap terjaga pemilu 2029 nanti. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....