Kalapas Atambua Tegaskan Komitmen Zero Narkoba lewat Dialog RRI

  • 13 Mei 2026 14:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Atambua, Antonio Da Costa, hadir sebagai narasumber utama dalam acara dialog interaktif yang disiarkan langsung dari Studio 1 RRI Atambua pada Rabu 13 Mei 2026. Mengusung tema strategis "Berkolaborasi Memberantas Narkoba Di Lapas Atambua", dialog ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam kepada masyarakat mengenai upaya nyata pembersihan narkoba di lingkungan pemasyarakatan serta memperkuat sinergitas antarinstansi.

Hadir mendampingi Kalapas, Penyuluh Narkoba Ahli Muda dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belu, Dominikus Seran. Acara yang dipandu oleh moderator Heny Kaebenu ini menjadi sarana penting bagi Lapas Atambua untuk menunjukkan transformasi wajah pemasyarakatan yang kini lebih mengedepankan pembinaan dibandingkan kesan menyeramkan "penjara" di masa lalu. Kalapas menekankan bahwa Lapas adalah wadah bagi narapidana yang telah dieksekusi berdasarkan kekuatan hukum tetap untuk menjalani proses perbaikan diri melalui berbagai program yang terukur.

Dalam dialog tersebut, Antonio Da Costa menjelaskan bahwa meskipun kasus narkoba mungkin tidak selalu terlihat di permukaan, kewaspadaan tidak boleh kendur.

"Jangan sampai karena tidak ada kasus yang terlihat saat ini, kita menjadi cuek. Narkoba selalu menghantui dan bisa berada di mana saja, termasuk di dalam Lapas. Oleh karena itu, sidak rutin, penggeledahan barang, dan deteksi dini yang melibatkan BNNK serta Polri terus dilakukan secara serentak demi mewujudkan komitmen Zero Narkoba," kata Antonio.

Senada dengan hal tersebut, Dominikus Seran dari BNNK Belu memberikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan dan komitmen Lapas Atambua. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data teknis, pemeriksaan tes urin terbanyak di wilayah Kabupaten Belu justru dilakukan di lingkungan Lapas, baik yang menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun petugas itu sendiri. Hal ini menunjukkan langkah pencegahan jangka panjang yang konkret dibandingkan sekadar melakukan pembersihan setelah terjadi kasus.

"Kami bekerja sama dengan Lapas untuk melaksanakan aksi pencegahan dini. Kami membekali petugas dengan edukasi mengenai jenis-jenis narkoba yang terus berkembang. Upaya ini adalah bukti nyata bahwa Lapas berkomitmen menuju zona bersih narkoba melalui pemeriksaan urin yang rutin dan transparan," ujar Dominikus.

Selain fokus pada pemberian tasan narkoba, Kalapas juga memaparkan program pembinaan kemandirian yang sedang berlangsung di atas lahan seluas 14 hektar milik Lapas. Program ini bertujuan menjadikan warga binaan sebagai individu yang lebih baik dari hari kemarin.

"Pada akhir Mei ini, kami akan melaksanakan panen raya tanaman padi. Ini adalah hasil dari pembinaan yang mengoptimalkan potensi warga binaan agar mereka siap berpartisipasi kembali di masyarakat setelah bebas nanti," ucap Antonio.

Melalui platform digital RRI yang mencakup YouTube, media sosial, dan streaming, pesan edukasi ini diharapkan menyebar luas tidak hanya di Belu, tetapi juga menjangkau Malaka hingga Alor. Kalapas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pikir (mindset) terhadap Lapas dan mendukung kolaborasi lintas sektoral demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....