Peternak Lokal TTU Didorong Bertranformasi ke Peternakan Modern

  • 26 Jun 2026 07:25 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang dikenal sekian lama soal peternakan lokal terutama sapi, saat ini didorong menjadi sentra peternakan modern melalui penerapan teknologi, penguatan SDM, dan kolaborasi multipihak. Langkah ini diyakini mampu mengakselerasi ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta memperkuat ketahanan pangan NTT khususnya TTU.

Potensi besar sektor peternakan di Kabupaten TTU saat ini diarahkan menuju sistem yang lebih maju dan profesional. Pengembangan peternakan modern dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan produktivitas, kualitas, dan daya saing produk ternak asal TTU. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan TTU, Trimeldus Tonbesi, S.Pt.,M.Sc saat diwawancarai awak media di ruangannya pada Kamis 25 Juni 2026.

“Harus diakui TTU memikiki lahan yang luas, mempunya sumber daya lokal, dan tentunya memiliki peternak yang ulet. Sehingga yang dibutuhkan saat ini dan ke depan adalah sentuhan teknologi dan manajemen modern agar hasilnya bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Kita sangat dekat dengan negara Timor Leste dan bisa mengambil peluang pasar di sana. Selain itu, saat ini juga tersedia pasar domestik dalam program MBG yang bisa diisi peternak lokal", ujar Trimeldus.

Menurutnya bahwa, transformasi peternak lokal ke peternakan modern bisa diwujudkan dalam beberapa aspek kunci. Pertama, penyediaan infrastruktur dasar seperti kandang berstandar, akses air bersih, dan sistem kesehatan hewan yang kuat. Kedua, inovasi pakan berbasis sumber daya lokal untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan.

Ketiga, digitalisasi mulai masuk ke kandang. Teknologi informasi dimanfaatkan untuk pencatatan produksi harian, pemantauan kesehatan ternak, hingga pemasaran digital.

“Dengan teknologi, peternak lokal TTU bisa mengetahu kapan sapi harus eivaksin, berapa bobot ideal, dan ke mana menjual sapi dengan harga terbaik. Sehingga efisiensi pakan naik, pendapatan peternak juga ikut meningkat” kata Trimeldus.

Ia melanjutkan bahwa aspek lain yang tak kalah penting adalah pemberdayaan manusia. Kelompok peternak di TTU harus didorong mengikuti pelatihan manajemen usaha, pendampingan teknis, serta difasilitasi akses permodalan dari perbankan maupun program pemerintah. Tujuannya agar pola pemeliharaan sapi secara tradisional bergeser ke sistem modern yang terukur, efektif, dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan ekosistem yang kuat, kemitraan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat. Sinergi ini memastikan rantai pasok peternakan TTU terintegrasi dari hulu ke hilir: dari pembibitan, penggemukan, pengolahan, hingga pemasaran.

Jika berjalan konsisten, Kabupaten TTU diproyeksikan menjadi salah satu sentra peternakan modern di Nusa Tenggara Timur. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan produktivitas dan kualitas ternak, tetapi juga pada terbukanya lapangan kerja baru, naiknya pendapatan rumah tangga peternak, dan tumbuhnya ekonomi daerah yang lebih inklusif (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....