Anak Muda Alor Dilatih Menjahit untuk Kembangkan Industri Kreatif
- 18 Mei 2026 07:51 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Dinas Perindustrian Kabupaten Alor terus memperkuat pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui pelatihan keterampilan, pemberian bantuan alat produksi, hingga pendampingan kepada pelaku usaha lokal. Program tersebut dilakukan untuk mendorong lahirnya wirausaha muda sekaligus meningkatkan kualitas produk industri lokal di Kabupaten Alor.
Kabid Perencanaan Pembangunan Industri Dinas Perindustrian Kabupaten Alor, Dathenus Moleda Bani, mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah tidak hanya berupa modal dan peralatan, tetapi juga dibarengi pelatihan keterampilan dan manajemen usaha agar para pelaku IKM mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.
“Kami memberikan pelatihan keterampilan dan juga pelatihan manajemen supaya mereka bisa mengelola usahanya dengan baik. Jadi bukan hanya diberi bantuan begitu saja, tetapi mereka juga harus siap mengembangkan usahanya,” ujarnya. Sabtu 16 Mei 2026.
Salah satu program yang telah dijalankan yakni pelatihan menjahit untuk diversifikasi produk tenun melalui Program Kecakapan Wirausaha yang bekerja sama dengan Dekranasda dan Kementerian Pendidikan. Dalam program tersebut, Dinas Perindustrian memberikan tiga unit mesin jahit kepada peserta yang dinilai serius dan lulus pelatihan.
Menurut Dathenus, program tersebut menyasar anak-anak muda, khususnya Anak Tidak Sekolah (ATS), yang memiliki minat dan bakat dalam bidang menjahit dan pengembangan usaha. Pelatihan berlangsung selama 25 hari dengan materi keterampilan menjahit hingga pengelolaan usaha.
“Kami fokus kepada anak-anak muda yang putus sekolah tetapi punya kemauan belajar dan bakat menjahit. Bahkan ada peserta dari keluarga penenun di Alor Barat Laut, orang tuanya menenun dan anaknya belajar menjahit untuk mengembangkan produk turunannya,” katanya.
Selain memberikan bantuan dan pelatihan, Dinas Perindustrian juga tetap melakukan pengawasan terhadap penggunaan bantuan alat produksi yang telah diberikan kepada kelompok usaha. Pemerintah daerah menegaskan bantuan yang tidak dimanfaatkan dengan baik dapat ditarik kembali dan dialihkan kepada kelompok lain yang lebih membutuhkan.
Ia mengakui dalam pelaksanaan pendampingan di lapangan masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari pemasaran, kualitas produk, hingga respons pelaku usaha. Namun demikian, Dinas Perindustrian tetap berupaya melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar pelaku IKM di Kabupaten Alor mampu berkembang dan bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....