Penguatan Industri Lokal Alor Terus Dikembangkan Berbasis Potensi Daerah

  • 18 Mei 2026 07:24 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Perindustrian terus mendorong penguatan industri lokal berbasis potensi daerah guna meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan, fasilitasi, pengawasan, hingga pengembangan sentra industri di sejumlah wilayah di Kabupaten Alor.

Kabid Perencanaan Pembangunan Industri Dinas Perindustrian Kabupaten Alor, Dathenus Moleda Bani, mengatakan pengembangan IKM di Alor dilakukan secara bertahap dengan membuka wawasan para pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk sesuai standar yang layak digunakan konsumen.

“IKM di Kabupaten Alor kami kembangkan melalui pembinaan, fasilitasi, pengawasan dan monitoring. Dari yang awalnya masih sangat terikat dengan kondisi lokal, kami berupaya membuka wawasan pelaku usaha agar bisa menghasilkan produk yang sesuai standar dan layak digunakan konsumen,” ujarnya. Sabtu 16 Mei 2026.

Saat ini, Dinas Perindustrian Kabupaten Alor telah membangun empat sentra industri yang masih terus dibina dan diawasi, yakni sentra tenun, bambu, madu, serta keripik dan makanan sejenisnya. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah merencanakan pembangunan satu sentra tambahan untuk pengolahan ikan dan hasil industri lainnya pada tahun 2026.

Menurut Dathenus, sektor tenun menjadi salah satu potensi industri paling menonjol di Kabupaten Alor. Hal tersebut terlihat dari produktivitas kelompok usaha, nilai investasi, hingga omzet yang dihasilkan para pelaku IKM di bidang tenun.

“Yang paling menonjol sekarang itu tenun. Produktivitas kelompoknya sangat baik, begitu juga nilai investasi dan omzetnya. Selain itu, makanan dan minuman berbahan baku lokal seperti keripik, kue-kue khas Alor, jagung titi dan hasil olahan lainnya juga mulai berkembang dan mengalami peningkatan,” katanya.

Ia menjelaskan, potensi industri lokal di Kabupaten Alor tersebar di berbagai wilayah. Untuk tenun ikat misalnya, banyak berkembang di Umapura, Kecamatan Alor Barat Laut dan Kecamatan Pantar Barat. Sementara tenun songket tersebar di wilayah Batu Lolong, Abui, hingga Kolana. Pemerintah daerah juga terus mendorong penggunaan Indikasi Geografis (IG) pada hasil produksi guna melindungi kekayaan intelektual daerah sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....