Dalang Cilik Aksan Eko Nurcahyo Lestarikan Wayang Kulit di tengah Modernisasi
- 16 Jul 2026 13:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Di tengah maraknya permainan digital yang diminati anak-anak seusianya, Aksan Eko Nurcahyo justru memilih menekuni seni wayang kulit. Bocah berusia 7,5 tahun asal Dukuh Demangan, Kalurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu menunjukkan kecintaannya terhadap salah satu warisan budaya Indonesia sejak usia dini, seperti dikutip dari Indonesia.go.id.
Aksan, yang kini duduk di bangku kelas I SD Negeri Depok 1, aktif belajar menjadi dalang cilik. Ketertarikannya terhadap seni pewayangan telah terlihat sejak masih balita.
Ayah Aksan, Supomo, mengatakan putranya memiliki minat yang besar terhadap wayang kulit sehingga keluarga berupaya mendukung bakat tersebut dengan mendaftarkannya ke Sanggar Klampis Ireng di Selomartani.
"Aksan menunjukkan bakatnya pada seni pewayangan sejak masih kecil. Untuk mengembangkan minat dan bakatnya, kami mengikutkannya bergabung di Sanggar Klampis Ireng. Di rumah pun Aksan rajin berlatih," ujar Supomo, Senin 15 Juli 2026.
Di sanggar tersebut, Aksan berlatih dua kali dalam sepekan. Ia mempelajari teknik memainkan wayang (sabetan), menggerakkan tokoh di balik kelir, sekaligus memahami karakter, filosofi, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam setiap lakon pewayangan.
Semangat belajar Aksan juga terlihat di rumah. Ruang tamu keluarganya kerap disulap menjadi tempat latihan untuk mengulang materi yang diperoleh di sanggar.
"Hampir setiap ada waktu luang, Aksan memainkan wayang dan mengulang materi yang diperoleh saat latihan di sanggar," kata Supomo.
Bagi Aksan, setiap tokoh wayang memiliki karakter yang menarik untuk dipelajari. Aktivitas tersebut menjadi sarana yang menyenangkan sekaligus membantu menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Kehadiran Aksan sebagai dalang cilik menjadi salah satu contoh bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di kalangan generasi muda apabila mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan. Melalui pembinaan di Sanggar Klampis Ireng, Aksan terus mengembangkan kemampuannya sekaligus ikut berkontribusi dalam pelestarian wayang kulit sebagai warisan budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....