Trend Batik Positif, APBKM Gencarkan Pelatihan untuk Regenarasi Pembatik

  • 14 Jul 2026 09:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Perkembangan batik Kota Malang menunjukkan tren positif. Hingga 2026, Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) telah menghimpun 98 perajin yang tersebar di berbagai wilayah dengan tiga sentra batik utama, yakni Sukun, Bunul, dan Sawojajar, serta tengah merintis Sentra Batik Arjowinangun.

Ketua APBKM, Ki Demang (Isa Wahyudi) mengatakan pelatihan menjadi langkah strategis untuk memperluas regenerasi perajin dan pembatik sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap batik khas Kota Malang.

"Batik tidak hanya berbicara tentang kain, tetapi juga identitas, kreativitas, dan masa depan ekonomi masyarakat. Karena itu, APBKM terus membangun regenerasi melalui pelatihan di setiap kecamatan agar semakin banyak warga yang mampu membatik dan bangga memakai karya daerahnya sendiri," ujar Ki Demang, Selasa 14 Juli 2026.

Untuk itu APBKM terus memperkuat regenerasi perajin batik melalui penyelenggaraan Workshop Batik, diantaranya untuk Pemula di Kantor Kecamatan Blimbing, yang diselenggarakan Minggu 12 Juli 2026 lalu. Kegiatan yang diikuti 30 peserta perwakilan seluruh kelurahan di Kecamatan Blimbing itu menjadi bagian dari upaya melestarikan batik sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Sekretaris Camat Blimbing, Johan Fuaddy, yang mewakili Camat Blimbing menegaskan Pemerintah Kecamatan Blimbing berkomitmen mendukung perkembangan UMKM batik melalui pembinaan, pelatihan, hingga promosi.

"Pemerintah Kecamatan Blimbing mendukung penuh perkembangan batik sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif. Kolaborasi bersama APBKM menjadi bagian dari upaya mengembangkan program Ngalam Laris, sehingga para perajin dapat terus berinovasi dan memperluas pasar hingga ke tingkat nasional," ujar Johan.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan APBKM, Yuharsita, menjelaskan workshop tersebut menjadi awal rangkaian program "Mencanting Bareng" yang akan digelar di seluruh kecamatan di Kota Malang menjelang Hari Batik Nasional 2026.

Menurutnya, program itu bertujuan melahirkan pembatik-pembatik baru sekaligus memperkuat ekosistem batik di Kota Malang.

"Kami ingin setiap kecamatan memiliki bibit-bibit pembatik baru. Semakin banyak masyarakat yang bisa membatik, maka semakin kuat pula identitas batik Kota Malang sebagai warisan budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat," katanya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan memperkenalkan teknik dasar membatik sekaligus mempromosikan batik khas Kota Malang kepada para peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....