"Bloh Apui" Aceh Barat Tampil di Simposium Internasional UI

  • 03 Mei 2026 22:31 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh- Tradisi budaya Aceh Barat, Bloh Apui, mendapat perhatian dalam ajang International Research Symposium: Sensing Space, Ritual & Economy yang diselenggarakan Universitas Indonesia pada 27–28 April 2026 di Depok. Forum akademik internasional ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas disiplin mengenai relasi ruang, ritual, serta ekonomi dalam praktik kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Fadli Muslimin, M.A. dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “Rituals in the Performing Arts: The Structure and Function of Bloh Apui, West Aceh.” Kajian ini mengangkat Bloh Apui sebagai praktik seni pertunjukan yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan spiritual yang kuat di tengah masyarakat Aceh Barat, khususnya di Kecamatan Samatiga.

Presentasi tersebut membuka ruang diskusi yang cukup intens di kalangan peserta symposium. Sejumlah akademisi mempertanyakan keberlanjutan tradisi Bloh Apui, termasuk hubungannya dengan tradisi manuskrip Aceh serta implikasi dari rencana penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb). Diskusi berkembang pada isu pentingnya memastikan pengakuan budaya tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi komunitas pendukungnya.

Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Muhammad Fadli Muslimin kepada RRI menegaskan bahwa keberlangsungan Bloh Apui sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat. Ia menilai bahwa dukungan sosial menjadi kunci agar tradisi ini tetap hidup dan dapat dikembangkan, baik dari sisi budaya, ekonomi, maupun penguatan identitas lokal.

Kajian yang dipresentasikan ini merupakan bagian dari inisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat yang bekerja sama dengan akademisi ISBI Aceh. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan kajian ilmiah sebagai dasar pengusulan Bloh Apui menuju penetapan WBTb Indonesia, sekaligus memperkuat posisi tradisi ini dalam peta kebudayaan nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Teuku Putra Azmisyah, SE.,Saat dihubungi RRI menyampaikan apresiasi atas keterlibatan akademisi dalam membawa hasil riset ke forum internasional. Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya strategis dalam memperluas pengenalan budaya Aceh Barat di tingkat global.

Dukungan juga datang dari Tgk. Marzuki HS, maestro Bloh Apui asal Gampong Leukeun, Aceh Barat. dalam wawancara khusus dengan RRI Ia menekankan pentingnya dokumentasi, penelitian, dan pendampingan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian tradisi tersebut di tengah perubahan zaman.

Partisipasi dalam simposium internasional ini menegaskan bahwa Bloh Apui tidak hanya dipahami sebagai warisan lokal, tetapi juga sebagai objek kajian yang relevan dalam diskursus budaya global. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pengakuan sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi di tengah masyarakat Aceh Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....