Pengendalian Diri, Kunci Utama Menghadapi Berbagai Bentuk Kemabukan
- 23 Apr 2026 08:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Dalam kehidupan modern yang serba cepat, manusia kerap dihadapkan pada berbagai gejolak batin akibat perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, yang tidak jarang membuat individu kehilangan keseimbangan diri dan cenderung bertindak tanpa pertimbangan yang matang. Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, Niluh Komang Alit Rustiani, Kamis, 23 April 2026.
Rustiani menjelaskan, bahwa dalam ajaran Hindu manusia memiliki potensi untuk berbuat baik maupun buruk, sebagaimana tertuang dalam Lontar Sarasamuscaya. Oleh karena itu, untuk mencapai keharmonisan hidup, manusia dituntut untuk senantiasa mengedepankan perbuatan baik melalui pengendalian pikiran, perkataan, dan perbuatan.
"Salah satu penyebab utama ketidakseimbangan diri adalah kondisi “mabuk” dalam arti luas, yaitu hilangnya kendali akibat pengaruh berlebihan," ungkapnya. Ia menjelaskan, mabuk tidak hanya disebabkan oleh minuman keras, tetapi juga oleh emosi, kekuasaan, dan berbagai hal duniawi lainnya.
Dalam ajaran suci Hindu dikenal konsep Tri Mada, yaitu tiga penyebab utama kemabukan dalam diri manusia. Tri Mada meliputi sura (mabuk karena minuman keras), guna (mabuk karena kepandaian), dan dana (mabuk karena kekayaan).
Sura merupakan bentuk kemabukan yang paling nyata dan mudah dikenali dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi minuman keras secara berlebihan dapat menurunkan kesadaran, memicu tindakan impulsif, serta berdampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, Guna atau kemabukan karena kepandaian sering kali tidak tampak secara fisik, namun berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Individu yang mabuk pengetahuan cenderung merasa paling benar, sulit menerima pendapat orang lain, dan kehilangan sikap rendah hati.
Sementara itu, Dana atau kemabukan karena kekayaan menjadi fenomena yang banyak terjadi di era modern. Kekayaan yang tidak disertai kebijaksanaan dapat menimbulkan kesombongan, keserakahan, dan menjauhkan seseorang dari nilai-nilai spiritual.
Ajaran ini juga mengingatkan adanya bentuk kemabukan lain seperti karena keturunan, kekuasaan, hawa nafsu, dan kenikmatan duniawi. Keseluruhan bentuk kemabukan tersebut memiliki kesamaan, yaitu menyebabkan manusia kehilangan kendali diri.
"Pengendalian diri menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai bentuk kemabukan tersebut," kata Penyluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut. Ia memaparkan bahwa dalam ajaran Hindu, hal ini dikenal dengan konsep dama, yaitu kemampuan menahan dan mengarahkan diri menuju hal-hal yang positif.
Upaya pengendalian diri dapat dimulai dari hal sederhana seperti membatasi konsumsi berlebihan, menjaga kerendahan hati, serta rutin melakukan introspeksi diri. Peran keluarga dan lingkungan juga sangat penting dalam menanamkan nilai moral dan spiritual sejak dini.
Di era digital saat ini, tantangan semakin kompleks dengan mudahnya akses informasi yang dapat menjadi pisau bermata dua. Oleh karena itu, diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi perkembangan zaman agar tidak terjerumus dalam berbagai bentuk “kemabukan” modern seperti kecanduan media sosial.
Melalui pemahaman dan pengendalian Tri Mada, diharapkan setiap individu mampu menjadi pribadi yang bijaksana, tenang, dan harmonis. Dengan demikian, kehidupan yang dijalani tidak hanya seimbang secara lahiriah, tetapi juga selaras secara batiniah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....