Terungkap Rahasia Mengubah Duka Menjadi Sumber Kekuatan

  • 15 Jun 2026 14:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Duka dan kebahagiaan merupakan dua sisi kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan manusia. Melalui siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Kamis, 11 JUNI 2026, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ni Ketut Suarniti, mengajak masyarakat untuk belajar menerima duka sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.

Suarniti menjelaskan bahwa setiap manusia, tanpa memandang status dan kedudukannya, pasti pernah mengalami kesedihan dan penderitaan. Menurutnya, yang membedakan adalah cara seseorang menyikapi dan mengendalikan pikiran saat menghadapi masa-masa sulit tersebut.

"Duka bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang mengajarkan kita menjadi lebih kuat dan bijaksana," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sumber penderitaan sering kali berasal dari ego, pikiran yang tidak terkendali, serta keinginan yang tidak pernah terpuaskan.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut juga mengutip ajaran Sarasamuscaya yang menekankan pentingnya pengendalian pikiran karena pikiran menjadi sumber dari segala tindakan baik maupun buruk. Latihan seperti meditasi, pengaturan napas, serta mengingat nama Tuhan disebut sebagai cara untuk menjaga ketenangan batin.

"Ketika kita memaafkan, kita sedang membebaskan diri dari beban yang menyiksa pikiran sendiri," katanya. Ia mengingatkan bahwa membalas kebencian dengan kebencian hanya akan memperpanjang penderitaan dan menurunkan kualitas diri.

Melalui kisah Pandawa dalam Mahabharata, masyarakat diajak melihat bahwa penderitaan dapat menjadi ruang untuk bertumbuh dan memperkuat karakter. Berbagai cobaan yang dialami Pandawa justru menjadi kesempatan untuk memperoleh ilmu, keteguhan hati, dan anugerah spiritual.

"Penderitaan ibarat api yang memurnikan emas hingga menjadi perhiasan yang indah," tuturnya. Menurutnya, duka dapat mengikis sifat-sifat negatif dan memunculkan karakter luhur dalam diri manusia apabila dihadapi dengan ikhlas.

Suarniti juga mengajak masyarakat untuk selalu melihat sisi positif dari setiap persoalan yang datang dalam kehidupan. Dengan sudut pandang yang tepat, setiap kesulitan dapat menjadi guru yang menuntun manusia menuju kedewasaan dan kebijaksanaan.

"Marilah kita bersahabat dengan duka, karena duka akan selalu hadir sebagai bagian dari perjalanan hidup menuju tujuan sejati," pungkasnya. Dengan keyakinan kepada Tuhan dan kemampuan mengelola pikiran, manusia diyakini mampu melewati setiap kelokan kehidupan dengan lebih tenang dan penuh harapan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....