Peran Museum Samarinda dalam Edukasi Sejarah dan Pelestarian Cagar Budaya
- 23 Apr 2026 08:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Museum tidak lagi sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi telah berkembang menjadi ruang edukasi yang interaktif dan relevan bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Ainun Jariah, pamong budaya Museum Kota Samarinda, dalam Program Siaran Berjaringan Pesona Budaya Nusantara, yang membahas peran museum dalam mengenalkan sejarah lokal.
Menurut Ainun, Museum Kota Samarinda memiliki peran strategis dalam mengumpulkan, merawat, dan menampilkan berbagai koleksi yang merepresentasikan perjalanan sejarah dan budaya daerah. “Museum Kota Samarinda menjadi sarana pembelajaran publik agar masyarakat dapat memahami identitas serta akar sejarah daerah secara lebih utuh,” ujarnya, dikutip Kamis 23 April 2026.
Ia menjelaskan, koleksi yang ditampilkan tidak hanya berupa artefak, tetapi juga dokumentasi visual seperti foto-foto peristiwa penting, termasuk peresmian kota hingga perkembangan kepemimpinan daerah dari masa ke masa. Selain itu, museum juga mengangkat cerita rakyat dan legenda lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya.
| Baca juga: Mengenal Cagar Budaya Kota Samarinda |
“Kami juga mengenalkan urban legend seperti Pesut Mahakam yang memiliki nilai simbolik sebagai penjaga sungai,” ucapnya. Lebih jauh, Ainun menekankan pentingnya museum dalam membangun kesadaran sejarah, khususnya di kalangan generasi muda.
Di tengah arus globalisasi dan budaya luar yang semakin kuat, museum hadir sebagai pengingat jati diri. “Museum menjadi ruang refleksi agar generasi muda tetap terhubung dengan akar budaya lokalnya,” katanya.
Untuk menarik minat pengunjung, Museum Kota Samarinda telah bertransformasi dengan menghadirkan teknologi digital seperti layar sentuh, hologram, hingga sistem interaktif yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi secara mandiri. Tidak hanya itu, berbagai program edukatif juga rutin digelar, mulai dari tur berpemandu, workshop budaya, hingga lomba kreatif bagi pelajar.
“Museum sekarang tidak lagi menjadi tempat yang kaku dan membosankan, tetapi harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan inspiratif,” kata Ainun.
Dalam upaya pelestarian, Museum Kota Samarinda juga berperan aktif dalam menjaga cagar budaya yang tersebar di wilayah kota. Tercatat, terdapat sekitar 17 cagar budaya yang telah ditetapkan dan menjadi perhatian khusus dalam hal perawatan dan konservasi.
Tim museum secara berkala melakukan pengecekan kondisi fisik serta pendataan terhadap situs-situs bersejarah tersebut. “Museum tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga bertanggung jawab menjaga keberlanjutan warisan budaya agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” ucap Ainun.
Dengan berbagai upaya tersebut, Museum Kota Samarinda diharapkan terus menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....