Pelarian Raden Wijaya Jadi Titik Balik Perlawanan Singasari
- 07 Apr 2026 18:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Program “Pesona Budaya” RRI Pro 1 Malang kembali mengangkat kisah sejarah Nusantara melalui pembahasan Serat Pararaton episode ke-21. Kali ini mengulas pelarian Raden Wijaya dari kejaran pasukan Jayakatwang.
Sejarawan Malang, Suwardono, menjelaskan, runtuhnya kekuasaan Raja Kertanagara terjadi akibat serangan mendadak dari belakang oleh Jayakatwang, penguasa Gelang-Gelang. Dalam situasi genting tersebut, Raden Wijaya bersama para pengikutnya sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya terdesak.
“Namun karena pasukan Jayakatwang lebih besar, akhirnya Raden Wijaya dengan pengikutnya mundur, lari melintasi sawah yang baru terbajak, dikejar tentara musuh,” jelas Suwardono pada Senin (6/4/2026).
Dalam pelariannya, Raden Wijaya nyaris tertangkap oleh patih Kadiri, Kebo Mundarang. Namun dengan kecerdikan, ia berhasil menghambat pengejaran.
“Ketika hampir tertangkap, Raden Wijaya menjejak tanah bajakan. Lumpur melesat mengenai dada dan wajah patih Kebo Mundarang, sehingga ia terhalang untuk melanjutkan pengejaran,” lanjutnya.
Setelah berhasil lolos, Raden Wijaya mengatur ulang strategi bersama para pengikutnya. Ia bahkan membagikan kain cawat bermotif geringsing untuk membangkitkan semangat juang pasukannya.
"Serangan balasan pun dilakukan saat pasukan musuh lengah. Pada sore harinya, ketika tentara musuh sedang bersuka ria di pura Singasari, mereka dikepung dan diserang oleh tentara Singasari di bawah pimpinan Raden Wijaya,” ungkap Suwardono.
Peristiwa ini menjadi salah satu titik penting dalam perjuangan Raden Wijaya sebelum akhirnya mendirikan Majapahit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....