Harmoni Agama Keluarga Warnai MTQ XI Teluk Bintuni
- 05 Apr 2026 09:38 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni- Lantunan ayat suci Al-Qur’an berpadu dengan suara merdu paduan suara gereja, menciptakan suasana yang bukan hanya sakral, tetapi juga penuh makna. Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI pada Sabtu, 4 April 2026, menjadi lebih dari sekadar perhelatan keagamaan ia menjelma menjadi panggung nyata toleransi antarumat beragama.
Di tengah dominasi kegiatan umat Muslim, kehadiran paduan suara Gereja Kristen Indonesia (GKI) Via Dolorosa menjadi simbol kuat kebersamaan. Dengan penuh penghayatan, mereka membawakan lagu kebangsaan serta mars dan himne MTQ. Bukan sekadar tampil, tetapi ikut merasakan denyut kebersamaan dalam balutan nilai yang dijunjung tinggi masyarakat setempat yakni “agama keluarga.”

Istilah ini bukan sekadar ungkapan. Di Teluk Bintuni, “agama keluarga” adalah filosofi hidup yang mengakar bahwa perbedaan keyakinan tidak memutus tali persaudaraan, melainkan memperkaya makna kebersamaan. Dalam satu keluarga, bisa saja terdapat beragam agama, namun kasih dan hormat tetap menjadi perekat utama.
Ketua paduan suara GKI Via Dolorosa, Yoan Yepese, mengungkapkan rasa bangganya. Bersama 45 anggota yang berlatih selama sepekan, mereka mempersiapkan diri untuk tampil maksimal. Baginya, keterlibatan ini bukan hanya undangan seremonial, tetapi juga bentuk pelayanan dan wujud nyata toleransi.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara. Ia menilai MTQ kali ini bukan hanya milik umat Muslim, tetapi menjadi milik semua umat beragama di daerah tersebut. Menurutnya, inilah wajah Teluk Bintuni yang sesungguhnya—miniatur Indonesia yang damai, rukun, dan saling menghargai.
Panitia penyelenggara pun secara sadar menghadirkan kolaborasi ini. Ketua panitia, Ansyar Mamboe, menegaskan bahwa pelibatan paduan suara gereja merupakan upaya menjaga dan meneguhkan nilai “agama keluarga” yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Di tengah berbagai isu perpecahan yang kerap mengemuka di berbagai daerah, Teluk Bintuni justru menunjukkan hal sebaliknya. Di sini, perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mendekat.
MTQ ke-XI pun bukan hanya tentang siapa yang terbaik dalam melantunkan ayat suci, tetapi tentang bagaimana nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan toleransi dilantunkan bersama—dalam satu harmoni yang indah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....