Kerukunan di Dusun Sawun saat Nyepi dan Lebaran
- 18 Mar 2026 20:32 WIB
- Malang
Poin Utama
- Kampung Hindu, Dusun Sawun, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang
- Kerukunan yang terjalin di desa ini menjadi contoh nyata toleransi dalam kehidupan masyarakat
RRI.CO.ID, Malang- Dusun Sawun, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang menunjukkan praktik kerukunan antarumat beragama saat Hari Raya Nyepi berdekatan dengan Idul Fitri. Warga Hindu dan Muslim di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah masing-masing secara khusyuk melalui kesepakatan bersama untuk saling menghormati.
Tokoh masyarakat Hindu setempat, Dimas Sujono, mengatakan hubungan harmonis antarwarga telah terjalin sejak lama karena memiliki asal-usul leluhur yang sama meskipun kini berbeda keyakinan. Menurutnya, perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari.
“Para leluhur di sini sebenarnya satu keluarga. Karena waktu akhirnya berbeda keyakinan, tetapi tetap saling menghargai dan menghormati,” ujarnya kepada RRI, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, bentuk toleransi terlihat saat persiapan Hari Raya Nyepi. Warga Muslim turut membantu pembuatan ogoh-ogoh, pengamanan kegiatan, hingga persiapan ritual keagamaan. Sebaliknya, umat Hindu juga berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat Muslim menjelang Idul Fitri.
Ketua RT 03 Dusun Sawun, Andik Samsul, mengatakan warga telah bermusyawarah untuk mengantisipasi potensi gangguan karena dua hari besar tersebut berlangsung berdekatan. Salah satu kesepakatan yang diambil adalah tidak menggunakan pengeras suara, baik saat malam takbiran maupun saat pelaksanaan ritual keagamaan Hindu.
“Kalau malam takbiran tidak memakai pengeras suara. Umat Hindu saat ritual juga tidak memakai pengeras. Jadi sama-sama menghormati,” katanya.
Menurut Andik, kesepakatan tersebut membuat pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar dan sakral bagi kedua pihak. Ia menambahkan, toleransi antarwarga juga terlihat dalam kegiatan sosial, seperti saat ada warga yang meninggal dunia, di mana tetangga dari agama lain tetap hadir untuk menunjukkan empati.
Sementara itu, Ketua RW 03, Ida Bagus menegaskan kerukunan di wilayahnya telah terbentuk sejak lama dan terus dijaga melalui komunikasi antarwarga. Setiap menjelang hari besar keagamaan, warga biasanya mengadakan musyawarah untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman.
Ia juga menyebut pengamanan kegiatan keagamaan dilakukan secara bersama-sama. Saat kegiatan umat Muslim berlangsung, pecalang membantu menjaga keamanan, sedangkan saat kegiatan umat Hindu, Banser turut berperan.
“Kalau acara Muslim, pecalang membantu. Kalau acara Hindu, Banser membantu. Kita saling menjaga,” ujarnya.
Dengan semangat saling menghormati tersebut, warga Dusun Sawun tetap dapat merayakan hari besar keagamaan masing-masing dengan aman dan damai meskipun waktunya berdekatan. Kerukunan yang terjalin di desa ini menjadi contoh nyata toleransi dalam kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....