Musim Kemarau, Warga Banyumas Diminta Waspadai Kebakaran
- 20 Jul 2026 11:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau. Terlebih, fenomena iklim El Nino diprediksi akan memicu masa kekeringan yang lebih panjang dan ekstrem pada tahun ini.
Hal ini terungkap dalam program radio Dialog Kenthongan yang disiarkan di Pro 1 FM RRI Purwokerto pada Selasa, 14 Juli 2026 lalu. Acara ini menghadirkan 2 narasumber yaitu, Komandan Regu 1 UPT Damkar Banyumas Dwi Kusumo Ponco dan Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas Muhammad Aremas Abdullah Putra, S.M.
Aremas mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi dari BMKG, potensi kekeringan pada tahun 2026 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Hal ini dipengaruhi oleh terjadinya El Nino, untuk di Banyumas sendiri, musim kemarau bisa berlangsung selama 5 sampai 7 bulan dengan puncaknya pada bulan Juli dan Agustus," ujar Aremas.
"Tingginya potensi kerawanan tersebut selaras dengan grafik kejadian di lapangan," kata Ponco. Ia memaparkan data bahwa sepanjang tahun 2026 berjalan hingga pertengahan Juli, Damkar Banyumas telah menangani sebanyak 83 kasus kebakaran, kasus tersebut didominasi oleh kebakaran pemukiman, kebun, bangunan ekonomi, hingga kendaraan bermotor
"Di bulan Juli sendiri, sudah terjadi 12 kasus kejadian kebakaran, padahal bulan Juli ini baru berjalan separuh bulan," kata Ponco. Ponco menegaskan pentingnya edukasi penanganan dini (surface fire) agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Ia mengimbau warga untuk memastikan keandalan instalasi listrik rumah, menjaga sirkulasi udara di area dapur gas, serta disarankan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area permukiman. Warga juga diminta kooperatif untuk mensterilkan jalur evakuasi saat armada pemadam menuju lokasi kebakaran.
Selain sektor pemukiman, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus atensi bersama, terutama di daerah-daerah rawan seperti Kecamatan Lumbir, Patikraja, Gumelar, Purwojati, Kebasen, Wangon, Ajibarang, Kalibagor, dan Sokaraja. Guna mengoptimalkan penanggulangan, BPBD Banyumas terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan menggelar rapat koordinasi bersama TNI, Polri, relawan, serta memperluas pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana di tingkat desa.
Sebagai penutup, Aremas mengajak masyarakat untuk bahu-membahu menjaga kelestarian lingkungan dan menekan potensi kelalaian manusia seperti pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif, harapannya tidak membuang air sembarangan atau menghemat air, dan tidak membakar sampah secara sembarangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....