Dampak Perubahan Iklim Bagi Kesehatan: Ancaman Tak Terlihat yang Makin Dekat

  • 04 Jun 2026 14:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Perubahan iklim global saat ini bukan lagi menjadi sebuah isu lingkungan yang jauh melainkan sudah bertransformasi menjadi ancaman nyata yang berdampak langsung pada stabilitas kesehatan masyarakat. Kenaikan suhu udara rata-rata yang tidak menentu serta pergeseran timeline musim secara drastis memicu timbulnya berbagai kerentanan penyakit, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia.

Dalam Dialog Kenthongan Pro 1 RRI Purwokerto, hadir Deas Ahmad Rifai dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap memaparkan hasil riset yang menunjukkan adanya tren kenaikan suhu udara maksimum tahunan sebesar 0,028 derajat Celcius di wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya.

“Tahun ini juga dibarengi dengan munculnya fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat yang diprediksi membuat musim kemarau berlangsung cenderung lebih kering dan lebih lama dari kondisi normal,” jelasnya.

Sementara itu, Imam Subagyo, S.T., M.Si. selaku perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menjelaskan bahwa, “Kondisi cuaca ekstrem ini sangat memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, serta demam berdarah dengue (DBD)”. Penurunan kualitas sumber air bersih dan paparan debu akibat maraknya kebiasaan nongkrong malam di area trotoar pinggir jalan juga diidentifikasi sebagai faktor risiko yang memperparah kondisi kesehatan masyarakat.

Pihak Dinkes mengimbau warga untuk memperkuat ketahanan lingkungan melalui gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang tidak hanya dibebankan kepada kader kesehatan untuk mengantisipasi perluasan dampak. Masyarakat juga didorong mulai membiasakan pemilahan sampah organik dari skala rumah tangga, membuat sumur resapan biopori di pekarangan rumah, serta menjaga kelestarian kawasan mata air lokal.

Sebagai penutup, kedua narasumber mengajak warga untuk membentuk Tim Kerja Masyarakat (TKM) di tingkat desa guna menyusun rencana aksi adaptasi perubahan iklim secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG serta menerapkan pola hidup bersih, generasi penerus optimis dapat mewujudkan lingkungan hidup yang lestari dan sehat. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....