SAR Natuna Temukan Korban Kapal Karam dalam Latihan Penyelamatan
- 16 Jul 2026 08:51 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna: – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) SAR Natuna menutup rangkaian Latihan Satuan Pencarian dan Pertolongan di Air, Rabu 15 Juli 2026. Selama pelatihan , SAR Natuna menggelar simulasi pencarian korban kapal karam di perairan Pulau Senoa, Kabupaten Natuna.
Simulasi tersebut menggambarkan kondisi darurat ketika sebuah pompong wisata yang mengangkut 10 wisatawan mengalami kecelakaan di sekitar perairan Pulau tersebut. Delapan penumpang berhasil diselamatkan oleh pompong wisata lain, sementara dua orang dinyatakan hilang.
Latihan diawali dengan skenario masuknya laporan darurat melalui telepon di ruang siaga Kantor SAR Natuna. Seorang pelapor menyampaikan informasi dengan nada panik mengenai insiden kecelakaan laut yang membutuhkan penanganan segera. Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Natuna langsung mengaktifkan prosedur operasi pencarian dan pertolongan dengan mengerahkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU) menuju lokasi kejadian.
SAR Mission Coordinator, Budiman, menjelaskan SRU pertama bergerak menuju Pelabuhan Teluk Baruk, Desa Sepempang, untuk berkoordinasi dengan para nelayan sebelum melanjutkan pencarian menggunakan Landing Craft Rubber (LCR) menuju Pulau Senoa. Sementara itu, SRU kedua bersama tim penyelam diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Kantor SAR Natuna untuk melakukan pencarian langsung di titik dugaan tenggelamnya korban.
Dalam proses simulasi, tim SRU pertama berhasil menemukan seorang korban dalam keadaan selamat. Korban kemudian memberikan informasi mengenai posisi terakhir satu wisatawan lainnya yang masih belum ditemukan. Berdasarkan informasi tersebut, SRU kedua segera menurunkan lima personel penyelam untuk melakukan pencarian bawah air di sekitar lokasi yang disebutkan.
Upaya penyelaman membuahkan hasil. Korban kedua berhasil ditemukan di kedalaman sekitar lima meter dalam kondisi meninggal dunia. Tim penyelam kemudian mengevakuasi jenazah ke permukaan dengan prosedur penyelamatan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada petugas ambulans dari Puskesmas Ranai yang turut dilibatkan dalam latihan sebagai bagian dari simulasi penanganan korban pasca-evakuasi.
Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor SAR Natuna, Budiman, yang mewakili Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas kesungguhan dan kompetensi yang ditunjukkan selama latihan berlangsung. Menurutnya, latihan seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel agar mampu memberikan respons cepat, tepat, dan profesional saat menghadapi kejadian darurat yang sebenarnya.
"Terus asah keterampilan yang sudah dipelajari. Melalui latihan dan program yang ada, kami ingin memastikan pelayanan SAR yang cepat, tepat, dan profesional dapat diberikan kapan pun dibutuhkan," ujar Budiman.
Latihan hari kedua tersebut ditutup setelah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Selain personel SAR Natuna, kegiatan juga melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Ranai sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi kedaruratan di wilayah perairan Natuna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....