Satres Narkoba Sumba Timur Edukasi Bahaya NAPZA kepada Siswa Baru Sekolah
- 16 Jul 2026 12:52 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi sejak dini. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menjadi pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pada Selasa,14 Juli 2026 di dua sekolah menengah atas, yaitu SMA Kristen Payeti dan SMA PGRI Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Sumba Timur dalam mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan.
Kegiatan di SMA Kristen Payeti dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur, Iptu I Gede Putu Parwata, S.H., yang sekaligus menjadi narasumber utama dan diikuti sebanyak 275 siswa baru.
Sementara itu, di lokasi berbeda, Kaurmintu Sat Resnarkoba, Aiptu Dewa Agung Sutedja, ditugaskan memberikan materi kepada 91 siswa baru di SMA PGRI Waingapu. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk ancaman penyalahgunaan narkoba yang kini semakin menyasar kalangan pelajar.
Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur, Iptu I Gede Putu Parwata, mengatakan bahwa sosialisasi di dua sekolah tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk membangun kesadaran siswa sejak memasuki lingkungan sekolah.Menurutnya, edukasi kepada pelajar sangat penting karena mereka merupakan kelompok usia yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir di sekolah-sekolah untuk memberikan pembinaan serta meningkatkan kewaspadaan para pelajar terhadap berbagai modus penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang.
Dalam penyampaian materi, Iptu Gede Parwata menjelaskan berbagai jenis narkoba yang saat ini beredar beserta dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan, pendidikan, hingga masa depan generasi muda. Ia juga mengingatkan bahwa pelaku peredaran narkoba kini menggunakan berbagai cara untuk menarik perhatian anak-anak dan remaja, seperti mengemas narkoba menyerupai permen, minuman, maupun cairan rokok elektrik atau vape. Karena itu, para siswa diminta untuk tidak mudah tergoda rasa penasaran maupun ajakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab, sebab satu kali mencoba dapat berujung pada ketergantungan dan menghancurkan masa depan,"ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan para siswa. Para peserta juga mengikuti deklarasi "Pelajar Hebat Tanpa Narkoba" sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Satres Narkoba Polres Sumba Timur turut membagikan stiker Agen P4GN kepada para siswa sebagai simbol bahwa mereka memiliki peran penting dalam menyebarkan pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Kristen Payeti, Yohanis Lowu Nyuga, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Satres Narkoba Polres Sumba Timur atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba sangat dibutuhkan sebagai benteng bagi peserta didik agar mampu mengenali ancaman penyalahgunaan NAPZA sejak dini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga para siswa semakin waspada, menjauhi narkoba, fokus belajar, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan mampu menjadi agen P4GN di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,"ungkapnya.(Satresnarkoba Polres Sumba Timur/YB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....