Air Mampet, Pembongkaran Pipa Ungkap Sumbatan Lemak Hampir 10 Kilogram
- 15 Jul 2026 19:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kendala saluran pembuangan yang mampat selama beberapa hari membuat aktivitas penghuni rumah milik Lenny, warga di Bantaran Kota Malang terganggu. Air limbah terus menggenang setiap kali digunakan sehingga aktivitas sehari - hari, mulai dari mencuci hingga membersihkan rumah, tidak dapat berjalan normal.
Lenny (42) mengaku permasalahan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Awalnya ia menduga penyumbatan disebabkan oleh benda yang masuk ke dalam saluran pipa. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, namun hasilnya belum maksimal karena saluran kembali tersumbat.
"Sudah berhari - hari air tidak bisa mengalir lancar. Setiap dipakai, air langsung menggenang dan tidak kunjung surut. Kami sempat menduga ada barang yang masuk ke dalam pipa karena sebelumnya juga pernah mengalami hal serupa," ujar Lenny, Rabu (15/7/2026).
Karena kondisi semakin mengganggu aktivitas keluarga, ia akhirnya memutuskan pada rabu (15/7/2026) memanggil tukang spesialis saluran mampat Siswanto yang juga spesialis bangunan di Malang untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Setelah dilakukan pengecekan secara intensif, akhirnya Siswanto menggunakan metode pembongkaran, dalam pemeriksaan ditemukan penyebab utama penyumbatan bukan berasal dari benda asing, melainkan endapan lemak yang telah mengeras di dalam pipa. Gumpalan lemak tersebut diperkirakan memiliki berat hampir 10 kilogram dan diduga telah menumpuk dalam waktu yang cukup lama hingga menutup jalur aliran air.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut sering ditemukan pada saluran pembuangan rumah tangga yang selama bertahun - tahun menerima sisa minyak dan lemak tanpa perawatan berkala.
"Saat saya lakukan pembongkaran, ternyata ditemukan endapan lemak yang sudah mengeras hampir memenuhi seluruh diameter pipa. Beratnya diperkirakan mendekati 10 kilogram, satu ember penuh mas. Jika kondisinya seperti ini, pembersihan biasa sudah tidak efektif sehingga pipa harus saya potong dan diganti baru serta membersihkan endapan sisa agar aliran kembali normal," jelasnya kepada www.rri.co.id.

Akibat tingkat penyumbatan yang cukup parah, proses perbaikan tidak hanya sebatas membersihkan saluran. Ia juga terpaksa membongkar sebagian lantai rumah untuk menjangkau titik penyumbatan. Setelah penggantian selesai, area lantai yang dibongkar turut dibenahi kembali. Lenny selaku pemilik rumah akhirnya mengaku lega setelah penyebab utama akhirnya ditemukan dan ditangani.
Menurutnya, meski proses perbaikan cukup besar, langkah tersebut menjadi solusi terbaik dibandingkan membiarkan masalah terus berulang.
"Yang penting sekarang penyebabnya sudah diketahui. Memang harus membongkar lantai dan mengganti pipa, tetapi setidaknya saluran bisa kembali normal dan kami dapat beraktivitas seperti biasa," tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat untuk tidak membuang buangan yang berpotensi menyumbat baik itu berupa sisa lemak makanan dan lainnya yang langsung ke saluran pembuangan. Bagi dirinya, peristiwa ini bukan sekadar persoalan saluran pembuangan yang tersumbat, tetapi juga pelajaran dan pengalaman tentang pentingnya perawatan rumah secara berkala.
Ia berharap melalui www.rri.co.id, dirinya dapat menyampaikan pesan hikmah berharga, sehingga tidak perlu mengalami kendala serupa di kemudian hari. Kebiasaan merawat saluran dengan rutin melalui kebiasaan dan pemisahan buangan dengan selektif tentunya dapat mengurangi potensi endapan terus menumpuk hingga mengeras yang berpotensi menimbulkan penyumbatan serius. Instalasi pipa adalah investasi penting untuk menjaga kenyamanan dan menghindari biaya perbaikan rumah yang lebih besar di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....