Semarak Ijazah Kubro Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi'in Kediri
- 13 Jul 2026 23:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Antusiasme luar biasa mewarnai pelataran Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi'in, Kediri. Acara rutin spiritual bertajuk "Ijazah Kubro" yang digelar di teras pondok, Sabtu (11/7), kembali mendulang sukses besar dan dipadati oleh lautan jamaah yang mencari keberkahan dan ketenangan batin.
Acara yang kental dengan nuansa spiritual ini tidak hanya menjadi magnet bagi santri internal. Berdasarkan pantauan, majelis ini dihadiri oleh beragam kalangan yang bersatu dalam kekhusyukan. Mulai dari para santri asal Lirboyo, jamaah dari kawasan Semen Pethuk, masyarakat umum, hingga para antusias dan penggemar ilmu hikmah turut memadati lokasi acara.
Menghadirkan Program Spiritual Khusus
Daya tarik utama dari gelaran Ijazah Kubro ini terletak pada serangkaian program khusus yang ditujukan untuk pembersihan diri dan penguatan batin. Seluruh prosesi spiritual ini tidak sembarangan, melainkan dipimpin dan diasuh langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi'in, Romo Kyai Miftahul Makky Syahid.
Beberapa program khusus yang diikuti oleh para jamaah antara lain:
- Ruwat Diri & Ruwat Usaha: Prosesi spiritual untuk membersihkan diri dan jalan rezeki dari energi negatif atau hambatan gaib.
- Gemblengan: Transformasi dan penguatan mental serta spiritual agar lebih tangguh menghadapi cobaan hidup.
- Rukyah: Terapi penyembuhan berlandaskan syariat Islam untuk membersihkan gangguan batin.
- Rajah Badan: Tradisi keilmuan khusus yang dimiliki oleh pondok pesantren sebagai bentuk perlindungan dan keberkahan.
Pesan Mendalam Romo Kyai: Syarat Terkabulnya Doa
| Baca juga: MUI Kota Malang Gelar MUSDA X |
Di sela-sela prosesi Ijazah Kubro, momen yang paling dinantikan adalah ceramah (tausiyah) dari Romo Kyai Miftahul Makky Syahid. Dalam wejangannya yang teduh, beliau menyoroti kunci utama kesuksesan sebuah amalan.
Romo Kyai menekankan bahwa untuk membuat sebuah doa atau wirid (amalan zikir) menjadi sesuatu yang mendatangkan berkah dan barokah, seseorang tidak bisa hanya bergantung pada bacaan semata.
"Perlu sekali adanya perjuangan atau usaha yang lebih di samping sikap istiqomah."
Pesan mendalam ini menjadi pengingat keras bagi para jamaah bahwa istiqomah (konsistensi dalam ketaatan) mutlak diperlukan, namun harus selalu diiringi dengan ikhtiar nyata dan perjuangan tanpa kenal lelah di dunia nyata. Spritualitas dan kerja keras harus selalu berjalan beriringan.
Acara Ijazah Kubro ini pun ditutup dengan berjabat tangan sebagai simbol sambung sanad, meninggalkan kesan mendalam dan bekal spiritual yang baru bagi para jamaah yang siap kembali ke masyarakat dengan semangat istiqomah yang telah diperbarui. (Dwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....