Fenomena Rashdul Kiblat, Momen Tepat Memastikan Arah Kiblat Secara Akurat
- 14 Jul 2026 07:35 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna- Menghadap ke arah kiblat merupakan salah satu syarat sah shalat yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim sebelum memulai ibadahnya. Untuk memastikan ketepatan arah tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan fenomena astronomi tahunan yang dikenal sebagai Rashdul Kiblat.
Rashdul Kiblat, yang juga dikenal sebagai Istiwa A'zam Adalah momen langka ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah di Makkah, Arab Saudi. Akibat posisi yang tegak lurus tersebut, semua bayangan benda di bumi yang mendapat sinar matahari akan mengarah langsung ke Baitullah.
Menurut keterangan H. Ismail Fahmi, S.Ag, Kepala Subdit Hisab Rukyat dan Syariah di kanal Youtube Bimas Islam TV, fenomena Rashdul Kiblat berlangsung pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat dapat memanfaatkan momen gratis ini untuk menyempurnakan ketepatan arah kiblat.
Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benang berbandul yang dipasang benar-benar tegak lurus di area terbuka yang terkena sinar matahari. Tepat pada menit terjadinya fenomena, bayangan yang dihasilkan oleh benda tersebut tinggal ditandai sebagai jalur arah kiblat yang presisi.

Metode Rashdul Kiblat dinilai sebagai salah satu cara paling sederhana sekaligus akurat dalam ilmu falak karena tidak memerlukan kompas ataupun alat ukur khusus. Yang terpenting adalah memastikan waktu pengamatan sesuai dengan waktu resmi dan lokasi pengamatan memperoleh sinar Matahari secara langsung.
Metode ini dinilai jauh lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan kompas magnetik biasa. Kompas konvensional sering kali mengalami distorsi akibat pengaruh medan magnet dari besi bangunan atau instalasi kabel di sekitarnya.
Bagi masyarakat, fenomena ini menjadi kesempatan yang hanya datang dua kali dalam setahun untuk memastikan kembali arah kiblat di rumah maupun tempat ibadah. Dengan memanfaatkan Rashdul Kiblat, arah salat dapat diverifikasi berdasarkan fenomena astronomi yang telah lama digunakan dan diakui dalam ilmu falak sebagai acuan penentuan kiblat yang sangat akurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....