Bangun Keharmonisan Keluarga dengan Meluangkan Waktu Berkualitas Setiap Hari
- 11 Jul 2026 18:07 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Keluarga adalah tempat pertama kalinya untuk setiap orang dalam belajar tentang cinta, rasa aman dan kebesamaan. Kebersamaan dalam keluarga merupakan fondasi penting untuk membangun hubungan menjadi lebih hangat, penuh kasih sayang dan saling percaya.
Kesibukan bekerja menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga keharmonisan keluarga di era modern, karena itu, setiap orang tua perlu menyediakan waktu berkualitas bersama pasangan dan anak-anak. Hal ini disampaikan oleh Dosen Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Salami, MA, dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jum’at 10 Juli 2026.
Menurutnya, keluarga yang memiliki kecukupan materi belum tentu merasakan kebahagiaan apabila hubungan emosional antaranggota keluarga tidak terbangun dengan baik. "Keluarga bukan hanya membutuhkan uang, tetapi juga membutuhkan waktu bersama, komunikasi, dan perhatian dari ayah maupun ibu," katanya.
Ia menjelaskan, anak-anak yang kehilangan perhatian dari orang tua berpotensi mencari tempat bercerita kepada orang lain. Dalam kondisi ini, perlu menjadi perhatian serius karena dapat membuka peluang munculnya pengaruh negatif dari lingkungan.
"Jadilah orang tua yang mau mendengarkan cerita anak. Ketika anak merasa didengar, ia akan merasa dicintai dan didukung," ujarnya.
Prof. Salami juga menekankan pentingnya memahami bahasa kasih atau love language setiap anggota keluarga, ada anak yang merasa dicintai melalui perhatian, waktu bersama, pelayanan, pujian maupun hadiah. "Setiap anak berbeda. Orang tua harus mengenali bentuk kasih sayang yang paling dirasakan anak sehingga hubungan dalam keluarga semakin kuat," tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar pasangan suami istri mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan pekerjaan, masalah di luar rumah sebaiknya tidak dilampiaskan kepada pasangan maupun anak-anak. "Kalau sedang marah atau emosinya tinggi, sebaiknya beri waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu agar tidak terjadi konflik yang lebih besar," ujarnya.
Prof. Salami mengajak seluruh keluarga menjadikan rumah sebagai tempat yang paling nyaman untuk kembali dengan saling menghargai, saling mendukung, serta mengingat bahwa setiap amanah dalam keluarga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
"Keluarga harus saling menopang seperti sepasang sandal. Kadang yang satu di depan, yang lain di belakang, tetapi tujuannya sama, yaitu berjalan bersama menuju kebaikan," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....