Menghidupkan Kembali "Meja Peradaban" saat Makan
- 18 Mei 2026 10:01 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Di era digital saat ini, berkumpul bersama teman atau keluarga, tapi masing-masing asyik dengan ponselnya sudah menjadi pemandangan yang biasa. Fenomena ini dikenal dengan istilah absent presence, yaitu hadir secara fisik, namun absen secara jiwa.
Duta Kesehatan Mental, Esti Wulansari, mengatakan, harusnya meja makan menjadi meja peradaban dan memberikan kesempatan untuk membangun bonding antara anggota keluarga. “Ketika meja makan yang harusnya menjadi meja peradaban, di mana anggota keluarga berkumpul dan saling berbincang dan berbagi rasa, namun malah terinterupsi oleh notifikasi ponsel,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Minggu 19 April 2026.
Hal ini membuat anak kehilangan moment memproses emosi, bahkan untuk bercerita tidak punya ruang lagi karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya sendiri. Dalam jangka panjang, bisa menurunkan kesehatan, baik sang anak maupun orang tua itu sendiri.
Dalam kesempatan yang sama, Pakar Hukum Keluarga, Roni Haldi, Lc., mengatakan bahwa dari sudut pandang hukum keluarga dan nilai spiritual, makan bersama bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan ibadah sosial. Meja makan adalah sarana komunikasi yang paling efektif untuk membangun ketahanan keluarga.
Teknologi memang tidak dapat sepenuhnya dijauhkan dari kehidupan saat ini. Orang tua harus menjadi contoh utama dalam membatasi penggunaan gawai di rumah, karena aturan tidak akan efektif kalau orang tua sendiri tidak lepas dari penggunaan gadget. Aturan yang mungkin diterapkan bisa berupa membuat waktu-waktu khusus tanpa gadget, misalnya saat magrib atau saat makan malam bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....