Kenali Gejala Depresi di Tempat Kerja sebelum Terlambat

  • 11 Jul 2026 08:26 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Depresi di lingkungan kerja menjadi salah satu persoalan kesehatan mental yang semakin mendapat perhatian. Beban kerja yang berlebihan, tekanan pekerjaan, serta minimnya dukungan di tempat kerja dapat memicu gangguan mental yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas karyawan.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan djkn.kemenkeu.go.id istilah depresi semakin dikenal masyarakat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Depresi merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas, atau munculnya rasa tidak peduli akibat tekanan dari faktor internal maupun eksternal.

Masalah kesehatan mental masih menjadi isu yang sering terabaikan di lingkungan kerja. Akibatnya, pekerja yang mengalami depresi cenderung tidak mampu bekerja secara optimal. Di Indonesia, lebih dari 15,6 juta orang diperkirakan mengalami depresi setiap tahunnya.

Sementara itu, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, bunuh diri akibat depresi masih menjadi masalah serius di berbagai negara.

Depresi di dunia kerja pada dasarnya memiliki gejala yang tidak jauh berbeda dengan depresi pada umumnya. Namun, kondisi ini dipicu atau diperburuk oleh tekanan yang berasal dari lingkungan pekerjaan.

Beberapa gejala yang sering dialami antara lain meningkatnya rasa cemas saat memikirkan pekerjaan, menurunnya energi dan motivasi kerja, perasaan sedih yang berkepanjangan, munculnya rasa putus asa dan bersalah secara berlebihan, sering datang terlambat atau pulang lebih awal, serta menjadi lebih mudah marah dan tersinggung.

Apabila tidak ditangani dengan baik, depresi di tempat kerja dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Penderita dapat mengalami keluhan fisik seperti sakit kepala dan kelelahan, gangguan tidur atau insomnia, hingga meningkatnya risiko penyakit jantung.

Pada kondisi yang lebih berat, depresi juga dapat memunculkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri bahkan berujung pada tindakan bunuh diri apabila tidak memperoleh penanganan dari tenaga profesional.

Pemulihan depresi membutuhkan waktu dan penanganan yang tepat. Meski demikian, lingkungan kerja dapat berperan dalam membantu proses pemulihan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan rekan kerja, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, serta mendorong perusahaan melalui bagian sumber daya manusia atau HRD untuk menyediakan program pendampingan dan dukungan kesehatan mental bagi karyawan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja, diharapkan perusahaan maupun pekerja dapat bersama-sama menciptakan suasana kerja yang sehat, saling mendukung, serta mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kondisi psikologis setiap individu.

(Sumber:www.djkn.kemenkeu.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....