Sukun Buah Tropis yang Menyebar Keberbagai Penjuru Dunia
- 03 Jul 2026 12:46 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna-Buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan salah satu tanaman tropis yang telah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu. Tanaman ini dipercaya berasal dari kawasan Pasifik Barat, terutama wilayah Papua Nugini, Kepulauan Maluku, dan sekitarnya, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai pulau di Samudra Pasifik.
Dihimpun dari referensi sejarah dan botani,para ahli botani meyakini bahwa masyarakat Austronesia berperan besar dalam penyebaran buah sukun. Saat melakukan pelayaran dan migrasi antarpulau ribuan tahun silam, mereka membawa bibit sukun sebagai sumber pangan yang mudah dibudidayakan dan mampu menghasilkan buah dalam jumlah besar.
| Baca juga: Fakta Menarik tentang Buah Nanas |
Dalam sejarah masyarakat Pasifik, buah sukun menjadi salah satu makanan pokok yang sangat penting dii berbagai kepulauan seperti Fiji, Samoa, Tonga, hingga Tahiti.Buah sukun telah lama dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat utama, bahkan sebelum masyarakat mengenal tanaman pangan lain seperti padi.
Selain dikonsumsi langsung, masyarakat setempat mengembangkan berbagai cara untuk mengolah dan mengawetkan buah sukun. Salah satunya adalah dengan memfermentasikan daging buah di dalam lubang tanah sehingga dapat disimpan selama berbulan-bulan sebagai cadangan pangan saat musim paceklik.
| Baca juga: Asal Usul Kacang Macadamia |
Buah sukun mulai dikenal bangsa Eropa pada abad ke-18 ketika para penjelajah melakukan ekspedisi ke kawasan Pasifik. Catatan perjalanan para pelaut Inggris dan Prancis menyebutkan bahwa pohon sukun tumbuh subur di pulau-pulau tropis serta menjadi makanan utama penduduk setempat.
Salah satu peristiwa paling terkenal dalam sejarah sukun adalah ekspedisi kapal HMS Bounty pada tahun 1787,pemerintah Inggris mengirim kapal tersebut ke Tahiti untuk membawa bibit pohon sukun ke wilayah Karibia.Buah sukun menjadi sumber makanan murah bagi para pekerja di perkebunan, meski pelayaran itu kemudian terkenal karena terjadinya pemberontakan awak kapal.
Setelah beberapa ekspedisi berikutnya berhasil membawa bibit sukun ke Karibia, tanaman ini mulai dibudidayakan di berbagai daerah tropis di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara. Kemampuannya beradaptasi dengan iklim tropis membuat penyebarannya berlangsung cukup cepat.
Di Indonesia, pohon sukun telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Buah sukun tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena diolah menjadi berbagai produk seperti keripik, tepung, hingga makanan tradisional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....