Pentingnya Membangun Kesadaran Diri sebelum Kecemasan Menjadi Kronis
- 03 Jul 2026 12:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Banyak orang sering kali meremehkan gejala stres ringan atau rasa cemas yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Anggapan bahwa "nanti juga hilang sendiri" atau "ini hanya lelah biasa" membuat masyarakat cenderung mengabaikan sinyal-sinyal bahaya yang dikirimkan oleh kondisi psikologis mereka, hingga akhirnya masalah tersebut menumpuk dan menjadi kronis.
Kurangnya kesadaran diri (self-awareness) menjadi pemicu utama mengapa sebuah gangguan mental ringan dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan tingkat tinggi (high-level anxiety). Ketika seseorang tidak sadar bahwa dirinya sedang mengalami tekanan psikologis berat, mereka akan terus memaksakan diri hingga mengalami kepuasan emosional yang terkuras habis.
| Baca juga: Bupati Berau Ajak Warga Taat Bayar Pajak |
Dalam program Obrolan Komunitas di Pro1 RRI Samarinda, Satunada Jiwa memaparkan bahwa mereka kerap menemui kasus di mana klien baru datang mencari bantuan setelah kondisinya sudah sangat parah. Pada tahap kronis ini, proses pemulihan biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dan memerlukan intervensi terapi profesional yang jauh lebih intensif.
"Kalau dari saya tuh dari pengalaman saya menangani klien, kebanyakan isunya tentang stres dan kecemasan. Awalnya kita kira itu hal biasa ya, tapi lama-kelamaan karena mungkin dianggap biasa dan dipendam jadi kayak lama-kelamaan menumpuk sehingga orang memiliki kecemasan tingkat tinggi,” ujar Robaniah selaku tim administrasi Satunada Jiwa, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.
Membangun self-awareness berarti belajar mengenali perubahan emosi, pola tidur, hingga respons fisik tubuh terhadap stres. Deteksi dini terhadap kesehatan emosional diri sendiri adalah langkah preventif paling krusial sebelum gangguan psikologis berdampak pada penurunan kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan pengalaman langsung dalam menangani administrasi dan menyaring keluhan para klien, Robaniah menjabarkan bagaimana sebuah kecemasan yang dianggap sepele bisa berujung pada kondisi medis yang membutuhkan terapi serius akibat minimnya kepekaan diri.
“Seharusnya itu yang harus kita sadari di diri kita, tapi namun kebanyakan orang menganggap biasa aja. Nah, dari beberapa kasus ini akhirnya mereka harus menjalani terapi-terapi tentang mengatasi kecemasan atau stres yang berlebihan." ucapnya.
Melalui penekanan ini, Satunada Jiwa mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyepelekan perubahan psikologis sekecil apa pun. Mengonsultasikan diri ke psikolog atau konselor sejak dini bukan berarti seseorang mengalami gangguan jiwa berat, melainkan wujud nyata dari tingginya self-awareness demi menjaga kesehatan mental jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....