Mengubah Rutinitas Dunia Menjadi Ladang Ibadah
- 01 Jul 2026 10:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sering kali terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat yang memisahkan secara mutlak antara urusan dunia dan urusan akhirat. Banyak yang beranggapan bahwa ibadah hanyalah sebatas mendirikan salat, membaca Al-Qur'an, berpuasa, atau beriktikaf di masjid. Padahal aktivitas mengejar dunia sekalipun, jika dilandasi dengan niat yang benar, akan bertransformasi menjadi nilai ibadah yang sangat mulia di sisi Allah.
Hal ini ditegaskan oleh Ustaz Mukhlis dari Kementerian Agama Kota Samarinda. Ia memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti aktivitas seorang pedagang yang pergi ke pasar. Ketika ia melangkah keluar rumah sejak pagi buta dan baru kembali pada sore hari, seluruh peluh dan lelahnya tidak akan menguap sia-sia.
| Baca juga: Enam Tanda Orang Beruntung Dunia Akhirat |
Jika sejak awal keberangkatannya diniatkan untuk mencari rezeki yang halal demi menafkahi anak dan istri serta menopang ibadahnya kepada Allah, maka sepanjang hari yang ia habiskan di pasar tersebut sepenuhnya bernilai ibadah.
"Ketika seorang melaksanakan tugas kesehariannya baik itu ke pasar, ke kantor, dan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Ketika orang itu mencari rezeki yang halal, niat untuk ibadah kepada Allah bukan mengejar dunia namanya, tapi mengejar mazra'atul akhirah (ladang akhirat)," kata Ustaz Mukhlis.
Prinsip ini berlaku universal untuk semua profesi tanpa terkecuali. Seorang petani yang mencangkul di sawah atau seorang buruh bangunan yang memeras keringat di bawah terik matahari, derajat pekerjaannya akan naik menjadi ibadah yang agung jika didasari niat suci memberi nafkah yang halal bagi keluarga.
Di mata Allah, aktivitas fisik yang tampak melelahkan secara duniawi itu berubah wujud menjadi perbuatan yang mendatangkan pahala berlipat ganda.
| Baca juga: Makna Keberuntungan yang Hakiki |
Dengan menyisipkan niat karena Allah, hal ini akan menjadikan setiap tetap keringat dunia sebagai investasi terbaik untuk memetik keberuntungan hakiki di negeri akhirat kelak.
Ustaz Mukhlis juga mengingatkan agar para ibu rumah tangga tidak berkecil hati dengan rutinitas harian yang tampak monoton. Mencuci piring, mengepel lantai, hingga memasak seharian di dapur bukanlah sekadar rutinitas tanpa makna. Jika semua lelah itu dihadiahkan untuk menjaga kebersihan dan berbakti demi ibadah kepada Allah, maka setiap jengkal pekerjaan rumah tangga itu dicatat sebagai pahala yang mengalir deras.
Umat Muslim diharapkan bisa merombak cara pandang dalam menjalani keseharian. Berkeluh kesah atas rutinitas kerja hanya akan mendatangkan kelelahan fisik semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....