Enam Tanda Orang Beruntung Dunia Akhirat

  • 01 Jul 2026 10:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Keberuntungan dunia dan akhirat bukanlah tujuan yang didapat secara instan. Hal tersebut lahir hasil dari proses yang sangat panjang.

Perwakilan Kementerian Agama Kota Samarinda, Ustaz Mukhlis, dalam siaran Mutiara Pagi Pro1 Samarinda, mengatakan ada enam indikator kunci yang menjadi penanda seseorang telah meraih keberuntungan sejati dalam kehidupannya. Tanda pertama adalah memiliki iman dan takwa.

"Al Qur'an surah Yunus ayat 62-63. Iman adalah pondasi kehidupan. Ketika seorang memiliki iman yang kuat, ia tidak mudah goyah oleh ujian dan tidak terlena oleh kenikmatan dunia," kata Ustaz Mukhlis.

Iman bukanlah sekadar angan-angan atau penampilan luar, melainkan pondasi hati yang dibuktikan dengan amal nyata. Seseorang yang bertakwa akan senantiasa menjaga lisan, pandangan, dan rezekinya, karena ia selalu merasa diawasi oleh Allah.

Tanda kedua adalah kemudahan dalam beramal saleh. Kebiasaan menghadiri majelis taklim, gemar membaca Al-Qur'an, dan ringan dalam beribadah adalah pertanda nyata bahwa Allah sedang membimbing langkah seorang hamba menuju jalan yang diridai-Nya.

"Kemudian tanda ketiga orang yang beruntung dunia dan akhirat, hatinya tenang dengan zikir kepada Allah," ujarnya.

Banyak manusia modern memiliki harta melimpah namun hidup dalam gelisah dan cemas. Ustaz Mukhlis menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada aset duniawi, melainkan pada kedekatan hati kepada Sang Pencipta.

Tanda keempat berkaitan dengan sikap mental saat menghadapi dinamika kehidupan. Orang yang beruntung akan bersyukur saat mendapat nikmat dan bersabar saat ditimpa musibah. Tanda kelima adalah menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain.

Ukuran kesuksesan seorang muslim tidak berhenti pada keberhasilan personal, tetapi juga pada kontribusi yang ia berikan kepada sesama. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang di sekitarnya, baik melalui ilmu yang diajarkan, kejujuran dalam berdagang, maupun aksi nyata yang membantu orang banyak.

Puncak dari segala keberuntungan tersebut adalah memiliki akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah). Tanda keenam ini menjadi tujuan akhir dari setiap ibadah dan amal saleh yang dilakukan selama hayat. Dalam merefleksikan seluruh tanda tersebut, penting bagi manusia untuk melakukan muhasabah diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....