Motion Study, Awal Mula Lahirnya Gambar Bergerak sebelum Era Video

  • 29 Jun 2026 14:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pada akhir abad ke-19, berkembang perdebatan mengenai apakah keempat kaki seekor kuda pernah terangkat bersamaan saat berlari kencang. Saat itu belum ada kamera yang mampu merekam gerakan secara kontinu sehingga jawaban hanya berdasarkan pengamatan mata manusia yang sangat terbatas. Menurut catatan dari Museum of Modern Art (MoMA) dan Encyclopaedia Britannica, pengusaha sekaligus mantan Gubernur California, Leland Stanford, kemudian meminta Eadweard Muybridge membuktikan hal tersebut melalui pendekatan fotografi ilmiah.

Muybridge merancang sistem revolusioner dengan memasang 12 kamera berderet di sepanjang lintasan pacuan kuda. Setiap kamera dihubungkan dengan benang tipis yang akan terputus ketika kuda melintas. Saat benang terputus, rana kamera terbuka secara otomatis sehingga setiap kamera mengambil satu foto dalam urutan yang sangat cepat. Metode tersebut menghasilkan rangkaian gambar berurutan yang memperlihatkan setiap fase gerakan kuda secara rinci.

Eksperimen yang dilakukan pada Juni 1878 berhasil membuktikan bahwa dalam satu fase tertentu ketika berlari atau gallop, keempat kaki kuda memang benar-benar terangkat dari tanah secara bersamaan. Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam rangkaian foto berjudul The Horse in Motion dan menjadi salah satu pencapaian terpenting dalam sejarah fotografi ilmiah. Menurut Encyclopaedia Britannica, temuan tersebut sekaligus mengubah pemahaman manusia mengenai gerak yang sebelumnya hanya mengandalkan persepsi mata.

Lebih dari sekadar membuktikan gerakan seekor kuda, rangkaian foto tersebut menunjukkan bahwa gambar diam yang disusun secara berurutan dapat menciptakan ilusi gerakan ketika diputar dengan kecepatan tertentu. Konsep inilah yang kemudian menjadi dasar berkembangnya teknologi motion picture atau gambar bergerak.

Tidak lama setelah eksperimen itu, Muybridge mengembangkan alat bernama Zoopraxiscope pada 1879. Berdasarkan arsip dari Smithsonian Institution, alat tersebut memproyeksikan rangkaian gambar pada piringan kaca yang diputar dengan cepat sehingga penonton dapat melihat objek tampak bergerak. Zoopraxiscope menjadi salah satu perangkat proyeksi gambar bergerak pertama di dunia dan dianggap sebagai cikal bakal proyektor film modern.

Pengaruh Motion Study tidak berhenti pada dunia fotografi. Sejumlah ilmuwan dan penemu kemudian mengembangkan teknologi serupa, termasuk Étienne-Jules Marey di Prancis yang menciptakan chronophotography untuk merekam beberapa fase gerakan dalam satu media. Penelitian mereka menjadi landasan ilmiah bagi lahirnya kamera film, proyektor bioskop, hingga industri perfilman pada akhir abad ke-19.

Sejarawan film dari Museum of Modern Art menyebut karya Muybridge sebagai titik balik dalam sejarah visual karena untuk pertama kalinya manusia mampu menganalisis gerakan secara objektif melalui fotografi. Teknik tersebut membuka jalan bagi perkembangan animasi, efek visual, olahraga, ilmu kedokteran, hingga penelitian biomekanika yang masih digunakan sampai sekarang.

Lebih dari 140 tahun setelah eksperimen Motion Study dilakukan, prinsip dasar yang diperkenalkan Muybridge masih menjadi fondasi teknologi video modern. Kamera digital, kamera sinema, hingga ponsel pintar bekerja dengan konsep serupa, yakni merekam serangkaian gambar diam (frame) dalam kecepatan tinggi yang kemudian diputar secara berurutan sehingga menghasilkan ilusi gerakan yang mulus. Perbedaannya terletak pada kemampuan teknologi masa kini yang mampu merekam puluhan hingga ratusan frame per detik dengan kualitas resolusi sangat tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....