Permintaan Chip AI Melonjak, Apple dan Xbox Naikkan Harga
- 27 Jun 2026 17:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Industri elektronik konsumen saat ini tengah menghadapi tantangan berat akibat krisis komponen global. Lonjakan permintaan chip yang masif untuk mendukung kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah memicu kenaikan biaya memori dan penyimpanan secara drastis, memaksa raksasa teknologi seperti Apple dan Xbox untuk menyesuaikan harga produk mereka demi menyerap kenaikan biaya produksi.
Sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis teknologi Laura Cress dan Kali Hays dalam liputan mereka di BBC, Apple telah menaikkan harga MacBook dan iPad di seluruh dunia hingga mencapai hampir 20%. Apple menyebut situasi ini sebagai "tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya" karena permintaan komponen yang meningkat dengan sangat cepat. Bahkan, CEO Apple yang akan segera lengser, Tim Cook, sebelumnya sempat memberi isyarat bahwa kenaikan harga menjadi "tak terhindarkan" akibat situasi pasar memori yang dianggap sudah tidak berkelanjutan.
Langkah serupa juga diambil oleh Microsoft untuk lini konsol gim mereka, Xbox. Perusahaan tersebut mengumumkan kenaikan harga yang signifikan untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun. Konsol Xbox versi dasar akan mengalami kenaikan sebesar 100 dolar AS (sekitar 75 poundsterling), menjadikannya seharga 499 dolar AS, sementara model dengan memori lebih besar naik menjadi 749 dolar AS. Harga baru ini akan mulai berlaku pada bulan Agustus mendatang, yang berarti harga konsol akan melonjak 30% hingga 40% lebih mahal dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Para pengamat industri menilai bahwa fenomena ini menandakan betapa besar dampak ledakan AI terhadap perangkat sehari-hari. Paolo Pescatore, seorang analis teknologi, mengungkapkan kepada BBC bahwa langkah Apple menunjukkan betapa bahkan perusahaan dengan kekuatan beli skala global sekalipun kini tidak lagi kebal terhadap kenaikan harga komponen kunci. Krisis ini menciptakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang memaksa konsumen menanggung beban biaya yang lebih tinggi.
Tidak hanya Apple dan Xbox, produsen lain seperti Valve pun dilaporkan terpaksa menyesuaikan harga produk mereka, seperti pada perangkat Steam Machine. Para pakar, termasuk David Naranjo dari firma riset pasar Counterpoint, memperkirakan bahwa merek PC dan tablet lain kemungkinan akan mengikuti jejak serupa. Strategi yang mungkin diambil meliputi kenaikan harga langsung, pengurangan diskon pada model entry-level, atau penyesuaian lini produk agar lebih berfokus pada perangkat kelas atas.
Situasi ini diperkirakan masih akan berlanjut, mengingat produsen chip terbesar di dunia, TSMC, juga mengisyaratkan adanya kemungkinan kenaikan biaya produksi akibat tekanan inflasi. Di tengah proyeksi bahwa biaya memori dan penyimpanan dapat naik dua kali lipat lagi pada 2027, dunia teknologi tampaknya harus bersiap menghadapi masa depan di mana perangkat gadget menjadi jauh lebih mahal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....