Perbuatan yang Menghilangkan Keberkahan

  • 18 Jun 2026 06:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Keberkahan bagi seorang Muslim tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau luasnya kedudukan, tetapi dari hadirnya kebaikan yang terus mengalir dan membawa ketenangan dalam setiap aspek kehidupan. Namun, keberkahan tersebut dapat hilang ketika manusia terjebak dalam perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan, baik melalui lisan, tindakan, maupun sikap terhadap sesama.

Hal tersebut disampai oleh Ustaz Fatholis dalam siaran Mutiara Pagi RRI. Menurutnya keburukan adalah hal yang bisa menghilangkan suatu keberkahan.

"Karena barokah itu adalah kebaikan, maka lawan kebaikan itu adalah keburukan. Maka keburukan itulah yang dapat menghilangkan segala kebarokahan,” kata Ustaz Fatholis.

Ia mengingatkan bahwa berbagai bentuk keburukan, terutama yang bersumber dari perbuatan manusia sendiri, dapat menjadi penyebab hilangnya keberkahan dari kehidupan. Salah satunya adalah saling menyakiti.

"Ketika mereka melakukan keburukan-keburukan, kemaksiatan yang meraja lela, saling menghujat antara satu dengan yang lainnya, saling mengolok-olok, saling menyakiti, maka hilang keberkahan. Allah angkat, Allah cabut keberkahannya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menyakiti tidak hanya dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga melalui kekuasaan, jabatan, dan penggunaan lisan yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang dapat menghilangkan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kemaksiatan juga dapat menghalangi rezeki, ilmu, bahkan keberkahan ibadah seseorang. Seseorang yang terjerumus dalam dosa tanpa taubat, menurutnya, dapat merasakan kesulitan dalam beribadah seperti salat malam, serta terhalang dari keluasan rezeki.

Selain itu, Ustaz Fatcholis juga menekankan bahwa memutus hubungan silaturahmi merupakan salah satu sebab hilangnya keberkahan. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama, baik dalam lingkup keluarga maupun sesama Muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....