Bahaya Overstimulating Gadget pada Balita
- 31 Mei 2026 05:40 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Paparan layar (screen time) yang berlebihan pada balita secara biologis dan psikologis dapat memicu stimulasi berlebih (overstimulating) yang merusak tumbuh kembang mereka. Gangguan serius pada perkembangan fungsi otak depan ini menjadi ancaman nyata jika orang tua tidak segera membatasi durasi penggunaan gawai pada anak.
Kesadaran mengenai bahaya tersebut diperkuat oleh informasi dari salah satu video podcast di kanal YouTube Nikita Willy Official. Ekosistem digital yang sangat dinamis ini berpotensi besar mengganggu struktur otak balita pada masa keemasannya.
Di dalam dunia maya, konten digital sengaja dirancang untuk berganti setiap 3 detik sekali dengan perpaduan warna yang sangat terang serta suara yang kencang. Ritme yang sangat cepat dan agresif ini menciptakan sensasi stimulasi berlebih yang tidak akan pernah bisa ditemukan anak di dalam kehidupan nyata.
Kondisi overstimulating yang terjadi secara terus-menerus ini pada akhirnya akan menghambat perkembangan optimal otak bagian depan. Padahal, area krusial yang bernama korteks prefrontal tersebut memiliki fungsi vital untuk mengatur tingkat konsentrasi, kemampuan fokus, serta regulasi emosi anak.
Hal tersebut ini dikonfirmasi langsung oleh Prof. Tjhin Wiguna selaku pakar psikiatri anak dan remaja yang menjadi narasumber.
"Kalau dari kecil dia sudah ngelihat hal-hal yang overstimulating, nanti khawatirnya adalah perkembangan brain-nya terganggu, terutama bagian otak bagian depan yang untuk kontrol diri dan sebagainya, takutnya nanti anaknya jadi susah konsentrasi" ungkapnya.
Akibat dari kerusakan fungsi kontrol diri tersebut, balita yang sudah terbiasa dengan ritme gadget yang serba instan akan mengalami kejutan saat memasuki usia sekolah. Mereka akan menganggap proses belajar-mengajar di kelas berjalan sangat lambat serta membosankan sehingga memicu kesulitan belajar di kemudian hari.
Oleh karena itu, pembatasan waktu layar secara ketat menjadi harga mati yang harus diterapkan oleh setiap orang tua demi menyelamatkan masa depan anak. Langkah preventif ini sangat penting dilakukan sebelum stimulasi buatan dari gadget telanjur mengubah struktur alami otak sang anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....