Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Amal sebelum Kematian

  • 25 Mei 2026 14:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo – Imam Ghazali mengingatkan upaya memperbaiki diri tidak selalu terasa mudah. Dalam prosesnya, seseorang perlu membiasakan diri menanamkan niat baik dan bersabar menjalani ibadah, meski pada awalnya terasa berat.

Ibadah diibaratkan seperti obat pahit bagi orang sakit. Meski terasa tidak nyaman, obat itu tetap diminum karena ada harapan untuk sembuh. Begitu pula dengan ibadah. Kesabaran dalam menjalankannya diyakini akan melahirkan kenikmatan dan ketenangan batin.

Dalam ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Ustaz Muhammad Al-Habsyi, Senin 25 Mei 2026, Habib Muhammad menjelaskan usia manusia sangat singkat jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Ia menuturkan, banyak orang mengira kebahagiaan hidup hanya diukur dari kenyamanan duniawi, seperti harta dan kemudahan. Padahal, menurutnya, dunia bukan tempat untuk beristirahat, melainkan ruang untuk beramal, berjuang, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan setelah mati.

“Dunia bukan tempat istirahat. Tempat istirahat yang sesungguhnya adalah setelah kehidupan ini berakhir,” ujar Habib Muhammad.

Ia juga mengingatkan kematian merupakan sesuatu yang pasti datang, namun waktunya tidak pernah diketahui manusia. Karena itu, rasa lelah dalam beribadah seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda amal saleh.

Menurut Habib Muhammad, seseorang yang membiasakan diri istiqamah dalam amal kebaikan akan memperoleh kebahagiaan yang tidak terputus ketika kelak menghadap Allah SWT. Sebaliknya, mereka yang terus menunda amal berisiko menyesal ketika kematian datang tanpa diduga.

Pesan ini menjadi pengingat hidup di dunia hanyalah sementara. Karena itu, setiap muslim dianjurkan memanfaatkan waktu dengan memperbanyak amal saleh, meski dimulai dari langkah kecil, sembari terus menjaga niat dan istiqamah.

Dari kesabaran menjalani ibadah dan kesungguhan beramal, seseorang tidak hanya memperbaiki dirinya di dunia, tetapi juga menyiapkan kebahagiaan abadi di akhirat. Sebab, dunia hanyalah tempat berjuang, sementara istirahat sejati ada pada kehidupan yang diridai Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....