Pemkab Natuna Perkuat Sinergi Konservasi Kekah , menuju UGGp

  • 25 Mei 2026 05:21 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID.Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian biodiversitas daerah melalui dukungan terhadap konservasi Primata Kekah Natuna (Presbytis natunae) yang merupakan satwa endemik khas Kabupaten Natuna. Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark atau UGGp.

Komitmen itu ditunjukkan melalui kegiatan “KEKAH DAY: Bicara, Bergerak, Berkolaborasi” yang mengusung tema sinergi komunitas, pemerintah daerah dan desa dalam pengembangan konservasi Kekah Natuna yang berkelanjutan.K egiatan tersebut berlangsung di Umah Kekah, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, pada Senin 18 Mei 2026 dan digagas oleh Yayasan Mantau Kekah Natunae.

Pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian Kekah Natuna sebagai kekayaan hayati unggulan daerah .Selanjutnya, Bupati Natuna Cen Sui Lan menerima audiensi sejumlah peneliti dan pegiat konservasi primata di Ruang Kerja Bupati Natuna pada Selasa 19 Mei 2026.

Audiensi tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, komunitas konservasi, akademisi, dan peneliti internasional dalam menjaga keberlangsungan habitat Kekah Natuna. Dalam audiensi itu hadir Dr. Andie Ang selaku primatologis dari Mandai Nature Singapore, Emilia Ayu Dewi K., S.Pd., M.Par selaku Founder Bilaku dan Direktur Politeknik Bintan Cakrawala Bintan, Ng Bee Choo sebagai peneliti flora dari Singapura, serta Ahdiani dari Yayasan Mantau Kekah Natuna.

Pada kesempatan tersebut, para peneliti menyampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan “Kekah Day” sekaligus menyerahkan dokumen Asian Langurs (Presbytis) Conservation Action Plan 2024–2034 dari IUCN atau International Union for Conservation of Nature. Dokumen tersebut menjadi salah satu referensi strategis dalam mendukung upaya konservasi primata langka di kawasan Asia, termasuk Kekah Natuna.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Kekah Natuna merupakan satu dari 20 jenis primata langur di Indonesia dan hanya dapat ditemukan di wilayah Kabupaten Natuna. Saat ini spesies tersebut berstatus Vulnerable atau rentan berdasarkan kriteria internasional akibat jumlah populasi yang terbatas dan terus mengalami penurunan.

Pemerintah Kabupaten Natuna sendiri telah menunjukkan dukungan nyata melalui penetapan kawasan konservasi seluas 39 hektare di wilayah Mekar Jaya. Dukungan diperlihatkan melalui kerja sama dengan BKSDA, komunitas lingkungan dan berbagai pihak terkait.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan bahwa konservasi biodiversitas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat demi menjaga keberlangsungan Kekah. Keberadaan kekah di Natuna sebagai kebanggaan daerah sekaligus mendukung Geopark Natuna menuju Aspiring UNESCO Global Geopark.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....