Bedah Buku Parenting: Selamatkan Anak dari Gadget

  • 22 Mei 2026 21:37 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Penggunaan gadget pada anak tidak hanya sekadar persoalan kecanduan teknologi, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi emosional, pola asuh, dan kualitas interaksi dalam keluarga.

Hal tersebut disampaikan Syamsul Kamal dalam program Sore Ceria RRI Meulaboh, Senin (18/5/2026), saat membahas tema “Bedah Buku Parenting: Selamatkan Anak dari Gadget” dengan mengulas buku Anak Kita Kecanduan HP.

Dalam bedah buku tersebut dijelaskan bahwa anak yang terlalu lama menggunakan telepon genggam tidak selalu disebabkan oleh ketergantungan terhadap teknologi, melainkan karena mereka merasa lebih nyaman dan terhibur di dunia digital dibanding kehidupan nyata di sekitarnya. Buku tersebut menyoroti bahwa anak sering mencari perhatian, hiburan, tantangan, hingga pelarian emosional melalui gadget ketika kebutuhan tersebut kurang terpenuhi dalam lingkungan keluarga.

Menurut Syamsul Kamal, banyak orang tua keliru memahami persoalan ini dengan hanya menyalahkan gadget atau membatasi penggunaannya tanpa memperbaiki hubungan emosional dengan anak.

“Anak sebenarnya tidak kecanduan HP, tapi kehilangan kenyataan hidupnya,” ujar Syamsul Kamal, Senin 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, solusi persoalan penggunaan gadget tidak cukup hanya melalui larangan atau penyitaan perangkat. Orang tua perlu membangun suasana rumah yang lebih hangat, menghadirkan komunikasi yang baik, serta menciptakan aktivitas nyata yang lebih menarik bagi anak, seperti bermain bersama, berolahraga, berkegiatan kreatif, hingga melibatkan anak dalam aktivitas keluarga. Hal ini sejalan dengan pesan utama buku bahwa anak membutuhkan kedekatan emosional dan pengalaman hidup nyata agar tidak terus mencari pelarian di balik layar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam penggunaan gadget di rumah. Menurutnya, perilaku orang tua sangat memengaruhi kebiasaan anak, sebab anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat dibanding sekadar mendengar nasihat.

“Anak itu bukan hanya mendengar nasihat, tapi meniru apa yang dilihat,” pungkasnya.

Bedah buku ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua bahwa tantangan penggunaan gadget pada anak tidak cukup diselesaikan dengan larangan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dalam membangun hubungan yang lebih dekat dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....